Kolase foto Jokowi dan Dokter Tifa. (Tangkapan layar/ist)
Hitekno.com - Sejumlah tokoh yang vokal dalam kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi seperti Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dokter Tifa kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Ketiganya dijadwalkan untuk dipanggil pada Kamis, 13 November 2025.
Kepastian jadwal pemeriksaan ini disampaikan langsung oleh pihak kepolisian, yang menandakan keseriusan penyidik dalam menuntaskan kasus yang menyita perhatian publik ini.
"Sementara tiga tersangka itu yang dijadwalkan (pemanggilan) pada Kamis (13/11)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Usai penetapan tersebut, dokter Tifa membuat cuitan di akun X miliknya yang menyatakan kesiapan dirinya untuk menghadiri pemeriksaan.
"Pemeriksaan sebagai tersangka. Bismillahirrahmanirrahim. Saya, dokter Tifa, sekali lagi menegaskan bahwa saya akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Penetapan kami sebagai tersangka bukanlah suatu pernyataan bahwa kami bersalah. Pengadilan yang jujur akan membuktikan bahwa kami berada di jalur yang benar," tulis pemilik nama asli Tifauzia Tyassuma tersebut.
Lebih lanjut, dokter Tifa menegaskan bahwa dirinya akan hadir tanpa rasa takut karena ia yakin bahwa pihaknya telah melakukan hal yang benar.
"Insya Allah sesuai undangan pemeriksaan hari Kamis, 13 November 2025 saya akan hadir, kooperatif, dan akan menjalani setiap langkah dengan tenang, tegar, dan tanpa rasa takut. Saya yakin atas apa yang kami lakukan ini," tambahnya.
Ia juga menyinggung tentang kejujuran dan transparansi, bahwa masyarakat Indonesia pantas mendapatkan hal tersebut dari pemerintah.
"Perjuangan kami ini bukan perjuangan menyerang individu atau orang tertentu. Ini tentang kejujuran, transparansi, dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas. Apalagi jika itu informasi tentang pemimpin mereka," imbuh dokter Tifa.
Meski mendapatkan ancaman, dokter Tifa tak akan berhenti memberikan edukasi.
Baca Juga: Harga HP Itel November 2025: S26 Ultra hingga A90, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
"Manusia bisa menilai, media bisa memberitakan, tetapi Allah Maha Benar yang akan memutuskan. Jika saya berada di pihka yang benar, maka tidak ada ujian yang sia-sia. Saya akan terus mengabdi melalui ilmu dan edukasi bagi negeri ini, karena cinta saya pada Tanah Air tidak hilang hanya karena tekanan dan ancaman," sambung dokter Tifa.
Lebih lanjut, dokter Tifa meminta doa agar diberi lindungan. Ia pun mempersilakan bagi masyarakat yang mendukungnya untuk hadir di Polda Metro Jaya pada hari pemeriksaan.
"Saya akan terus mengabdi melalui ilmu dan edukasi bagi negeri ini, karena cinta saya pada Tanah Air tidak hilang hanya karena tekanan dan ancaman. Doakan yang terbaik. Mari bergerak bersama kami dengan cara kita yang elegan dan terbaik. Bagi masyarakat yang cinta kepada bangsa ini, cinta kepada kebenaran dan keadilan, silakan hadir membersamai kami, RRT - Roy Rismon Tifa, di Polda Metro Jaya," pungkasnya.
Unggahan itu pun menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit publik yang memberikan dukungan kepada dokter Tifa.
"Polusi tidak punya hak menyatakan ijazah Jokowi asli, apalagi sudah jadi perkara hukum maka UGM juga tidak berhak. Semua ada di putusan hakim. Sayangnya di Indonesia perlindungan terhadap keselamatan hakim dan jaksa sangat lemah, perlu dukungan presiden untuk keamanan mereka," tulis akun @satu**********.
"Untuk membantah tuduhan karena merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya atas tuduhan ijazah palsu, tinggal tunjukin aja ijazahnya lalu minta diuji dihadapan akademisi atau publik. Beres kan?" komentar @mark*******.
"Berharap hakim bisa menghadirkan secara terbuka ijazah yang dipolemikkan di persidangan. Dan hakim menunjuk ahli-ahli di bidang yang benar-benar independen dan kredibel untuk meneliti dan menyimpulkan keaslian, sebagai pedoman memutus perkara seadil-adilnya. Sehat selalu dok," tambah @wahy*_******.