Internet

YouTube dan WhatsApp Mulai Tutup Akses Akun Terkait Taliban

Pemblokiran ini dilakukan bersamaan dengan channel resmi Taliban lainnya.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi WhatsApp. (Pixabay/arivera)
Ilustrasi WhatsApp. (Pixabay/arivera)

Hitekno.com - Setelah Facebook mulai menutup konten terkait Taliban, kini YouTube dan WhatsApp juga menutup akses untuk akun yang terkait kelompok tersebut.

YouTube dan WhatsApp dilaporkan telah menutup akses untuk akun-akun yang berafiliasi dengan kelompok Taliban di platformnya.

YouTube mengatakan bahwa mereka memiliki kebijakan lama untuk tidak mengizinkan akun yang diyakini dioperasikan oleh Taliban di situsnya.

Hal ini dilontarkan YouTube setelah menghadapi pertanyaan terkait bagaimana mereka menangani kelompok yang kini menguasai Afghanistan tersebut.

Secara terpisah, WhatsApp juga telah menutup akses pengaduan bagi warga Afghanistan yang menghubungi Taliban.

Diketahui bantuan pengaduan ini dibentuk oleh kelompok tersebut setelah menguasai ibu kota Kabul.

Dikutip dari NDTV, Rabu (18/8/2021), juru bicara WhatsApp menolak untuk mengomentari tindakan tersebut.

Ilustrasi youtuber (freepik)
Ilustrasi youtuber (freepik)

Ia mengatakan bahwa upaya ini diwajibkan dalam undang-undang sanksi Amerika Serikat untuk melarang akun yang diyakini mewakili kelompok Taliban.

Disebutkan juga bahwa Facebook telah memblokir nomor pengaduan yang merupakan hotline darurat bagi para warga sipil untuk melaporkan kekerasan, penjarahan, atau masalah lain.

Pemblokiran ini dilakukan bersamaan dengan channel resmi Taliban lainnya.

Di sisi lain, Facebook mengatakan bahwa Taliban adalah kelompok teroris dan melarang konten mereka beredar di platformnya.

Juru bicara Taliban menuduh Facebook bahwa mereka menyensor konten berisi konferensi pers pada Selasa kemarin.

Pengambilalihan cepat oleh Taliban di Afghanistan menimbulkan tantangan bagi beberapa media sosial tentang apa dan siapa yang harus diizinkan di platform mereka.

Itulah laporan yang menyebut YouTube dan WhatsApp telah menutup akses akun terkait kelompok Taliban dari platformnya. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait