Internet

Netizen Ungkap Teori Konspirasi Virus Corona, Sudah Diprediksi Sejak 1981?

Prediksi mengenai keberadaan virus corona ini dimuat dalam buku yang dirilis tahun 1981 berjudul The Eyes of Darkness yang ditulis Dean Koontz.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Ilustrasi virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi virus corona. (Pixabay)

Hitekno.com - Netizen dengan akun @xkunkun belum lama ini mengunggah thread mengenai teori konspirasi kemunculan virus corona. Menurut netizen ini, keberadaan virus corona ini telah ada sejak tahun 1981.

Thread buatan netizen dengan akun @xkunkun ini diketahui pertama kali diunggah pada Senin (16/3/2020) lalu dan langsung saja menjadi viral di Twitter dalam waktu singkat.

Menurut unggahan tersebut, prediksi mengenai keberadaan virus corona ini dimuat dalam buku yang dirilis tahun 1981 berjudul The Eyes of Darkness yang ditulis Dean Koontz.

Dalam halaman ke 312 dalam buku tersebut, terungkap bahwa pada tahun 2020 akan ada sebuah penyakit mirip pneumonia yang akan menyebar ke seluruh dunia.

Penyakit ini menyerang paru-paru dan saluran bronkial. Lebih lanjut dan semakin parah, penyakit ini juga menolak semua perawatan yang dilakukan. Menurut buku ini, penyakit tersebut akan tiba-tiba hilang dan kembali.

Teori konspirasi virus corona. (twitter/xkunkun)
Teori konspirasi virus corona. (twitter/xkunkun)

 

Di laman buku lainnya, terungkap juga ada seorang ilmuwan China yang membelot ke Amerika Serikat dengan membawa rekaman disket senjata biologis penting. Senjata biologis ini diketahui adalah Wuhan-400 yang dikembangkan di luar Kota Wuhan.

Menjadi viral di Twitter, banyak yang lalu meninggalkan komentarnya terkait teori konspirasi virus corona ini. Seorang netizen memberikan koreksi, bahwa tulisan tersebut bukan di buku Dean Koontz melainkan di buku karya Sylvia Browne.

Teori konspirasi virus corona. (twitter/xkunkun)
Teori konspirasi virus corona. (twitter/xkunkun)

 

Mengenai hal ini, melansir dari Reuters, ada perbedaan antara virus corona dan Wuhan-400 dalam novel tersebut. Perbedaan mencolok keduanya ada pada masa inkubasi, jika virus corona membutuhkan waktu 14 hari, Wuhan-400 membutuhkan empat jam.

Lebih lanjut, Wuhan-400 dalam novel tersebut memiliki tingkat mematikan hingga 100 persen. Penderita Wuhan-400 tidak akan bisa bertahan hidup lebih dari 24 jam. Sedangkan tingkat mematikan virus corona mencapai dua hingga empat persen.

Teori konspirasi virus corona. (twitter/xkunkun)
Teori konspirasi virus corona. (twitter/xkunkun)

 

Mengenai benar tidaknya sebuah teori konspirasi memang masih belum diketahui. Biasanya perlu banyak bukti kuat yang menyanggah teori tersebut.

Sama halnya dengan teori konspirasi terkait virus corona ini yang disebut-sebut telah diprediksi sejak 1981 di novel karya Dean Koontz dan Sylvia Browne ini.

Berita Terkait