Peran MCU 8-bit dalam Mendorong Kemajuan Teknologi Pertanian Pintar

Kebutuhan untuk lebih konsisten dan berkelanjutan dalam praktik pertanian mendorong adopsi teknologi modern.

Agung Pratnyawan
Rabu, 14 Juni 2023 | 12:53 WIB
Petani dapat memantau tanaman dan ternaknya dari jarak jauh dan mendapatkan informasi berharga. (Microchip)

Petani dapat memantau tanaman dan ternaknya dari jarak jauh dan mendapatkan informasi berharga. (Microchip)

Hitekno.com - Microchip ology Inc. menyampaikan bagaimana MCU 8-bit berperan dalam mendorong kemajuan teknologi pertanian pintar.

Pertanian modern telah diberkati dan dikutuk oleh kemajuan teknologi. Teknik pertanian dan hortikultura modern telah memungkinkan hasil panen yang lebih tinggi dengan jejak ekologi yang lebih rendah untuk mendukung populasi di seluruh dunia yang terus bertumbuh.

Namun, kualitas pangan segar saat ini semakin memburuk, sedangkan kuantitasnya masih belum cukup untuk membuat petani tetap untung.

Baca Juga: CEO Microchip Technology Ungkap Pencapaian dan Kesiapan Menghadapi 2023

Secara inheren, Industri pertanian tidak stabil. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh dampak keadaan lingkungan eksternal terhadap hasil dari tahun ke tahun.

Kebutuhan untuk lebih konsisten dan berkelanjutan dalam praktik pertanian mendorong adopsi teknologi modern jenis lain dalam industri ini sehingga akhirnya tiba di pertanian pintar.

Ketersediaan sistem pemantauan ternak jaringan (networked livestock monitoring systems) telah membantu meningkatkan jumlah hewan sehat, yang akhirnya mengarah pada kualitas makanan yang membaik.

Baca Juga: Kolaborasi Microchip dan Acacia, Transisi Optik Koheren 400G untuk Ini

Sistem pemantau kesehatan tanah dan tanaman memberikan petani kemampuan untuk memantau kesehatan tanaman secara detil, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.

Berkat sistem sensor jaringan tertanam (embedded networked sensor systems) saat ini, pertanian pintar masa depan akan berkemampuan untuk meningkatkan hasil dan profitabilitas sambil tetap menjunjung kualitas tinggi yang diperlukan oleh pelanggan cerdas masa kini.

Informasi yang didapatkan dari sensor ini dapat membantu para petani membuat keputusan terbaik untuk pertanian mereka serta mengoptimalkan produktivitas tanaman dan ternaknya sambil mengurangi penggunaan air, pestisida, dan pupuk.

Baca Juga: Microchip Rilis Ethernet PHY 1.6T, Tawarkan Konektivitas Hingga 800 GbE

Lebih dari itu, para petani dapat mengurangi dampak buruk praktik pertaniannya terhadap lingkungan dan meningkatkan kualitas lahan untuk memastikan keberlanjutan untuk generasi yang akan datang.

Pendukung utama tertanam dan nirkabel

Sederhananya, solusi utama untuk memastikan keberlanjutan dalam pertanian modern adalah menyediakan informasi penting yang dapat digunakan oleh para petani.

Baca Juga: Cara Baru Meningkatkan Keamanan Alat Rumah Tangga dari Microchip Technology

Didorong oleh inovasi teknologi tertanam dan nirkabel saat ini, tujuan ini dapat dicapai dengan menerapkan rangkaian sensor jaringan berbiaya rendah (low-cost networked sensors).

Sensor ini biasanya akan memantau kondisi di lahan pertanian atau peternakan seperti suhu, pH, kelembapan, data aktivitas, dan koordinat GPS.

Selanjutnya, sensor ini akan mengirimkan data ini melalui jaringan komunikasi nirkabel seperti seluler 4G/5G dan LoRa ke database yang terpusat dan biasanya berbasis cloud.

Data tersebut kemudian dapat diakses secara online oleh perangkat apapun yang terhubung ke internet dan dapat dianalisis dengan cepat untuk menentukan apakah tindakan korektif diperlukan. Hal ini memungkinkan para petani untuk mengakses data analitik pertanian dari mana saja.

Node sensor jaringan (networked sensor nodes) bukanlah konsep baru, tetapi beberapa persyaratan utama harus dipenuhi untuk memastikan kinerja dan keandalan yang baik.

Pertama, node tersebut memerlukan sumber listrik yang andal, yang mungkin sulit untuk didapatkan karena peternakan tidak dilengkapi dengan kabel ekstensi 1.000 kaki.

Node juga harus bertenaga baterai dan bekerja secara efisien untuk dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun tanpa penggantian baterai.

Efisiensi sistem yang tinggi ini biasanya dapat dicapai dengan mengimplementasikan sistem berbasis mikrokontroler (microcontroller – MCU) yang dapat mengelola berbagai tugas kompleks tanpa penggunaan CPU inti yang berat dan mematikan daya saat sistem tidak aktif.

Kedua, node sensor pada pertanian pintar harus dapat tetap beroperasi di daerah dengan kondisi yang menantang, terpencil, dan bahkan melekat di tubuh hewan.

Karena node sensor ini akan terpapar dengan kondisi tersebut, solusi yang praktis dan inovatif diperlukan untuk memastikan ketahanan dan fungsionalitas yang berkelanjutan. Node harus tetap berada di lokasi pertanian untuk jangka waktu yang lama tanpa memerlukan banyak servis hardware.

Semua pembaruan software harus bisa diselesaikan dari jarak jauh dan dengan aman, yang memerlukan konektivitas jarak jauh yang handal melalui infrastruktur wide area networking (WAN) yang paling umum di lokasi pertanian.

Saat merancang sistem jaringan (networked systems) untuk aplikasi pertanian pintar, para insinyur harus dapat mengantisipasi berbagai tanaman dan hewan yang dipantau.

Sistem pemantauan kesehatan tanaman dapat mengukur berbagai kondisi lingkungan, termasuk ketinggian air, kondisi tanah, tingkat pH, dan tingkat cahaya, sementara sistem pelacak ternak dapat mencakup koordinat GPS, monitor pergerakan ternak, oksimeter denyut, dan sensor data kesehatan utama lainnya.

Dalam kedua situasi tersebut, solusi komersial yang ideal adalah desain node basis umum (common base node design) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pertanian dengan mudah pada saat pembelian. Untuk mencapai ini, node dasar harus cukup fleksibel untuk berinteraksi dengan berbagai macam sensor analog dan digital.

Tantangan desain lainnya yang lebih sulit berkaitan dengan banyaknya ilmu teknis yang diperlukan untuk menerapkan sistem seperti itu.

Perancang komponen pertanian pintar harus memiliki keahlian dalam teknik desain tersemat klasik (classical embedded design), komunikasi RF (termasuk seluk beluk LoRa, Wi-Fi, dan topologi seluler), keamanan jaringan (network security), dan infrastruktur cloud.

MCU 8-bit

Meningkatkan skala infrastruktur pertanian pintar dimulai di suatu tempat yang biasanya tidak terpikirkan saat membahas aplikasi mutakhir.

Karena sebagian besar node sensor pada pertanian pintar bertenaga baterai, diletakkan dari jarak jauh, dan diservis secara sporadis, solusi kontrol yang optimal harus memberdayakan mikrokontroler yang paling hemat daya.

MCU 8-bit telah ada selama 50 tahun dan selalu merupakan pilihan dengan daya terendah untuk sebagian besar tugas tersemat (embedded tasks). Sekarang, perangkat terbaru telah dimodernisasi untuk memenuhi kebutuhan sistem pertanian dan hortikultura pintar.

Di antara banyaknya fitur baru, core independent peripherals (CIP) yang tersedia pada mikrokontroler PIC dan AVR adalah "force multiplier" untuk desain tersemat (embedded design).

CIP dapat bertindak secara independen dari CPU chip, yang memungkinkan perancang untuk mengaturnya untuk menangani tugas-tugas umum dan berulang dengan penggunaan daya terendah.

CIP di lingkungan dengan pemeliharaan rendah (low maintenance) juga membantu perancang memperkuat keandalan sistem.

Karena CIP diprogram seolah-olah ia merupakan FPGA (Field Programmable Gate Arrays – Susunan Gerbang yang Diprogram di Lapangan) kecil yang disertakan dengan MCU, maka CIP ‘kebal’ terhadap software excursion seperti stack overflow atau stack underflow.

Berinteraksi dengan berbagai macam sensor digital dan analog dengan kontroler node dasar yang terhubung ke internet (internet-connected base node controller) yang sama dapat menjadi suatu tantangan.

Untungnya, ada MCU modern yang dirancang untuk melakukan ini sekaligus meminimalkan kebutuhan akan komponen eksternal. MCU tersebut menawarkan interface SPI dan I2C untuk konektivitas sensor digital serta konverter analog-ke-digital (Analog-to-Digital – ADC) diferensial dengan programmable gain amplifier (PGA) dan konverter digital-ke-analog (DAC) untuk fleksibilitas sensor tingkat tinggi.

Hal ini memberi perancang kebebasan untuk membangun node sensor yang dapat disesuaikan dan modular untuk aplikasi pertanian pintar.

Seiring dengan modernisasi arsitektur MCU, lingkungan pengembangan hardware dan software yang menyertainya juga telah berkembang pesat.

Bagi tim teknis di perusahaan kecil di mana sistem tersemat (embedded systems), desain antena RF, dan konektivitas cloud tidak merupakan kompetensi inti, papan rapid prototyping (rapid prototyping board) adalah penyelamat.

Hal ini memberikan perancang contoh yang mudah untuk diikuti dan juga menyertakan repositori GitHub dengan firmware untuk terhubung dengan penyedia cloud populer.

Teknologi sensor jarak jauh

Industri pertanian dan hortikultura saat ini sedang mengalami revolusi teknologi. Akses ke data kesehatan tanaman dan hewan melalui internet secara real-time mengubah metode dan praktik pertanian sehingga dapat menghasilkan panen yang semakin tinggi dan meningkatkan kelayakan lahan.

Walaupun konektivitas cloud yang "tersedia di mana saja" (available anywhere) adalah garda depan menuju pertanian pintar, fondasinya tetap ada pada mikrokontroler 8-bit. Arsitektur MCU modern seperti AVR dan PIC dengan CIP akan menjadi komponen utama untuk menjembatani kesenjangan antara sensor dan cloud bagi pengembang produk keberlanjutan untuk sekarang dan di masa mendatang.

Berita Terkait
TERKINI
Apa saja HP baru dari Redmi Note 13 Series ini?...
gadget | 12:05 WIB
Lensa telefoto periskop pada smartphone bekerja dengan prinsip yang mirip dengan teknologi periskop konvensional....
gadget | 18:59 WIB
POCO C65 resmi dipasarkan, kini tersedia di berbagai toko online....
gadget | 16:15 WIB
POCO Indonesia menyiapkan harga spesial untuk POCO M6 Pro....
gadget | 17:22 WIB
Cek apa saja fitur Samsung Galaxy A25 5G yang menunjang untuk main game....
gadget | 18:45 WIB
Hadir dengandesain khusus, cek seperti apa kartu grafis edisi tahun naga ini....
gadget | 11:41 WIB
Cek berapa harga TWS OpenRock Pro dan OpenRock S resmi di Indonesia....
gadget | 20:16 WIB
MediaTekDimensity 8300 Ultra menjadi kunci utama kehandalan POCO X6 Pro 5G....
gadget | 10:12 WIB
Xiaomi Indonesia mengkonfirmasi Redmi Note 13 segera tiba....
gadget | 10:02 WIB
Dengan Private Share, konten-konten yang hendak kamu bagikan akan dienkripsi terlebih dahulu sebelum dikirimkan....
gadget | 14:10 WIB
Pre-order Vivo Y100 5G telah dibuka, seperti apa HP baru ini?...
gadget | 10:47 WIB
Cek apa yang ditawarkan POCO X6 5G dan POCO M6 Pro ini....
gadget | 10:20 WIB
Xiaomi Indonesia mengonfirmasiupdate HyperOS untuk perangkat Redmi Note 12....
gadget | 14:26 WIB
Review POCO X6 5G hadir dengan peningkatan yang signifikan dibanding sebelumnya....
gadget | 22:00 WIB
Dell UltraSharp40 CurvedThunderbolt HubMonitor(U4025QW),monitor5K berukuran 40-inci pertama yang memiliki sertifikat bin...
gadget | 21:10 WIB
Advan One PC ditenagai prosesor AMD Ryzen 5 5500 U, RAM 8 GB dan M.2 PCIe SSD 512GB....
gadget | 12:45 WIB
MediaTek Kompanio 520 dam 528, dihadirkan untuk menunjang performa Chromebook....
gadget | 12:36 WIB
Cek seperti apa fitur Asus ROG Swift OLED PG34WCDM....
gadget | 10:33 WIB
Tampilkan lebih banyak