Gadget

Xiaomi Masuk Blacklist AS, Bahkan Disebut Perusahaan Militer Komunis

Bagaimana nasib Xiaomi, apakah seperti Huawei?

Agung Pratnyawan

Ilustrasi logo Xiaomi. (Xiaomi)
Ilustrasi logo Xiaomi. (Xiaomi)

Hitekno.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS), kembali menambahkan perusahaan asal China dalam daftar hitam alias blacklist. Yang mengejutkan, paling baru Xiaomi masuk blacklist AS.

Pemerintahan di bawah Presiden Donald Trump, kembali memasukkan sejumlah perusahaan asal China yang dianggap membahayakan. Salah satunya adalah Xiaomi, perusahaan teknologi yang sedang melejit belum lama ini.

Bahkan seperti dikutip HiTekno.com dari The Verge, Departemen Pertahanan AS menyebut Xiaomi sebagai "perusahaan militer Komunis China," yang berarti rentan terhadap perintah eksekutif Donald Trump.

Dengan dimasukkan ke blacklist, berarti pemerintah AS melarang perusahaan asal negara mereka untuk berinvestasi ke perusahaan tersebut. Bahkan memungkinkan perusahaan atau investor AS menarik investasi mereka.

Xiaomi tidak sendirian dalam daftar ini, ada pula Comac. Yakni perusahaan China pembuat pesawat terbang. Selain itu, ada perusahaan lain yang bergerak di bindang telekomunikasi, konstruksi, infrastruktur, kedirgantaraan, dan lainnya.

Ilustrasi logo Xiaomi. [Shutterstock]
Ilustrasi logo Xiaomi. [Shutterstock]

 

Namun kabar Xiaomi masuk blacklist AS ini cukup mengejutkan, karena berbeda dengan perusahaan lain yang dimasukkan. Selain itu, produsen smartphone ini memang sedang melejit perkembangannya.

Apakah dengan Xiaomi masuk blacklist AS ini akan bernasib seperti Huawei? Ternyata belum. Karena daftar hitam ini berbeda dengan yang dikeluarkan departemen perdagangan AS.

Blacklist dari departemen perdagangan AS akan melarang perusahaan dalam negeri mereka untuk melakukan kerja sama hingga eksport produk dan teknologi kepada perusahaan seperti Huawei.

Dengan blacklist ini, pemerintah AS meminta perusahaan dan investor dari negara tersebut untuk menarik investasi mereka pada 11 November 2021 mendatang, seperti laporan Reuters hari ini, Jumat (15/1/2021).

Meski begitu, nantinya ketika Joe Biden dilantik menggantikan Donald Trump sebagai presiden AS bisa saja membatalkan keputusan blacklist departemen pertahanan AS tersebut.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Xiaomi ketika dimasukkan dalam blacklist AS. Kita nantikan kabar selanjutnya, bagaimana kabar perusahan asal China ini ketika Joe Biden menjabat.

Berita Terkait