Gadget

Apple Telusuri iPhone yang Dicuri Oleh Penjarah

Apple juga mengirimkan pesan untuk segera mengembalikan iPhone tersebut.

Dinar Surya Oktarini

Apple Store. (Pixabay/ajouretravel)
Apple Store. (Pixabay/ajouretravel)

Hitekno.com - Rupanya Apple menindaklanjuti penjarahan perangkat yang terjadi saat demo di Amerika Serikat. Pasalnya Apple sepertinya melacak perangkat iPhone yang telah dicuri dari toko-toko selama demo belum lama ini.

Dalam perangkat tersebut, Apple mengirimkan pesan mengerikan ''Kami mengawasi Anda'' pada perangkat iPhone yang dijarah para demonstran.

Dilansir dari laman New York Post, pencuri yang kabur dengan iPhone dari lokasi ritel Apple yang digeledah dalam beberapa hari terakhir dengan cepat diketahui bahwa perangkat tersebut tengah dilacak lokasi dan tengah dipantau.

Tak hanya itu, Apple juga mengirimkan pesan agar untuk mengembalikan perangkat ke ritel semula.

Sebuah unggahan di media sosial menunjukkan layar iPhone yang dicuri dari toko Apple di Philadelphia mendapatkan pesan ''Silahkan kembali ke Apple Walnut Street''.

iPhone yang dilacak Apple. (Twitter/@disposablefilms)
iPhone yang dilacak Apple. (Twitter/@disposablefilms)

 

Selain itu, pengunggah video di media sosial tersebut juga menunjukkan jika ''Perangkat ini telah dinonaktifkan dan sedang dilacak. Otoritas setempat akan diberitahu''.

Belum lama ini Apple sudah bersiap membuka kembali ritelnya di Amerika Serikat setelah penutupuan karena pandemi dan kini Apple kembali memutuskan untuk menutup kembali tokonya karena penjarahan.

Kabar mengenai penutupan tokonya tersebut dikomfirmasi oleh pihak Apple yang mengatakan ''Dengan pertimbangan kesehatan dan keselamatan tim kami, kami telah membuat keputusan untuk menutup sejumlah toko kami di Amerika Serikat pada hari Minggu''.

Protes menuntut keadilan bagi George Flyod rupanya berdampak pada toko ritel Apple di Amerika Serikat, sehingga perusahaan tersebut harus menutup toko ritel miliknya.

Demo tersebut yang juga berlangsung di beberapa tempat membuat aksi menghancurkan hingga mencuri properti dari berbagai toko ritel, termasuk Apple.

Berita Terkait