Gadget

Hati-hati, Xiaomi Dicurigai Curi Data Pengguna untuk Alibaba?

Data pengguna yang dicurigai diambil adalah data browsing dengan menggunakan aplikasi browser default di perangkat Xiaomi.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Ilustrasi logo Xiaomi. (Xiaomi)
Ilustrasi logo Xiaomi. (Xiaomi)

Hitekno.com - Kabar mengenai pencurian data memang tengah marak terdengar. Menyusul kasus-kasus lainnya, vendor smartphone asal China, Xiaomi dicurigai curi data pengguna yang dikirimkan untuk Alibaba.

Laporan terkait hal ini diungkap Forbes usai seorang peneliti siber Gagi Cirlig mengungkap ada aktivitas mencurigakan pada perangkat Xiaomi yang ia gunakan.

Melansir dari Forbes, Gagi Cirlig mengungkap bahwa aktivitas mencurigakan tersebut membuatnya curiga bahwa data pengguna dikirim secara ilegal ke server remote milik Alibaba.

Terlepas dari benar tidaknya, hal ini dirasa cukup aneh. Pasalnya, seperti yang diketahui, Xiaomi sama sekali tidak terafiliasi dengan Alibaba.

Lebih lanjut, data pengguna yang dicurigai diambil adalah data browsing dengan menggunakan aplikasi browser default di perangkat Xiaomi.

Redmi Note 8. (HiTekno.com/ Agung Pratnyawan)
Redmi Note 8. (HiTekno.com/Agung Pratnyawan)

 

Data yang berupa history browser, history keyword pencarian Google, hingga DuckDuckGo bahkan berita yang muncul di fitur news feed dicurigai telah diambil dan digunakan untuk hal tersebut.

Cukup menyeramkan, Gagi Cirlig menyebut bahwa data browser dengan incognito mode juga turut direkam dan dikirim untuk server remote milik Alibaba ini.

Selanjutnya, data-data pengguna Xiaomi yang diduga dicuri ini dikirim ke server di Singapura dan Rusia melalui situs dengan domain yang teregistrasi di Beijing, Tiongkok.

Kecurigaan Gagi Cirlig ini terungkap usai dirinya merasa hal aneh terjadi di perangkat Xiaomi Redmi Note 8 miliknya. Curiga, dirinya lalu melakukan penelitian pada Xiaomi Mi 10, Redmi K20, dan Mi Mix 3.

Ilustrasi logo Xiaomi. [Shutterstock]
Ilustrasi logo Xiaomi. [Shutterstock]

 

Saat dilakukan pemeriksaan, deretan perangkat tersebut sama-sama menggunakan kode yang dipakai untuk mengirim data pada situs tidak dikenal tersebut.

Menjadi berita panas, dan menimbulkan tanya, melansir dari CNET, Xiaomi membantah telah melakukan pencurian data pengguna seperti yang dituduhkan.

Xiaomi tidak membantah dan mengaku mengambil data browsing pengguna. Walaupun begitu, menurut Xiaomi, seluruh data pengguna telah terenkripsi dan dianonimkan.

Berita Terkait