Gadget

Bos Huawei: Kami Tidak Minta Perlindungan Pemerintah China

Pemerintah Amerika Serikat menyebutkan bahwa perangkat Huawei merupakan ancaman keamanan nasional.

Agung Pratnyawan

Logo Huawei. (Huawei)
Logo Huawei. (Huawei)

Hitekno.com - Huawei tengah mendapatkan tekanan dari pemerintah Amerika Serikat. Namun ditengah tekanan ini, Huawei tak meminta bantuan pemerintah China untuk mendapatkan perlindungan.

Pemerintah Amerika Serikat menuduh perangkat Huawei sebagai ancaman keamanan nasional mereka. Karena itu, Presiden Trump melakukan boikot kepada perusahaan asal China tersebut.

Bahkan karena larangan yang diberlakukan Presiden Trump, Huawei harus kehilangan tali kerja sama yang dibangun bersama Google, Intel, Microsoft, Qualcomm, dan ARM.

Dalam keadaan tersudut seperti itu, akan lebih masuk akal bagi Bos Huawei untuk meminta pemerintah China agar melindungi perusahaannya.

Pasalnya, baru-baru ini Presiden Trump mengatakan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahannya lebih ke arah langkah negosiasi perdagangan melawan China daripada terhadap Huawei.

Logo Huawei di sebuah gedung di Vilnius, Lithuania. [Shutterstock]
Logo Huawei di sebuah gedung di Vilnius, Lithuania. [Shutterstock]

Namun, pendiri dan Bos Huawei Ren Zhengfei memiliki pendekatan yang berbeda. Ia mengatakan dalam serangkaian wawancara pekan lalu bahwa pihaknya tidak mengharapkan balasan dari pemerintah China terhadap larangan yang diberlakukan Trump.

"Itu (balasan dari pemerintah China) tidak akan terjadi, pertama-tama. Dan kedua, jika itu terjadi, saya akan menjadi yang pertama untuk protes," ucap Ren Zhengfei, seperti yang dikutip dari Bloomberg via The Verge.

Lebih lanjut, Zhengfei menambahkan bahwa situasi genting Huawei saat ini merupakan kondisi seperti sedang mengelola sebuah pesawat dengan lubang di sisinya.

Dengan kata lain, meskipun tidak dalam keadaan yang bagus, tetapi Huawei yang dianalogikan sebagai pesawat masih terus naik dan pihaknya hanya perlu membuat penyesuaian yang tepat.

Sampai kapan Huawei akan terus di tekan pemerintah Amerika Serikat, dan akankah pemerintah China diam saja akan hal ini? (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait