Peradaban Kuno Ini Punah secara Misterius, Ilmuwan Menduga Ini Sebabnya

Di lingkungan di sekitar lokasi reruntuhan dari peradaban suku tersebut terdapat pencemaran bahan kimia berbahaya, apa itu?

Cesar Uji Tawakal
Selasa, 27 September 2022 | 15:00 WIB
Ilustrasi reruntuhan piramida Suku Maya. (Pexels)

Ilustrasi reruntuhan piramida Suku Maya. (Pexels)

Hitekno.com - Konsentrasi merkuri tampaknya bervariasi dari satu situs ke lokasi lain, dan dalam beberapa kasus tampaknya melebihi Ambang Efek Toksik merkuri dalam sedimen.

Jejak polusi merkuri yang dapat menimbulkan bahaya bagi para arkeolog dalam beberapa kasus telah ditemukan di reruntuhan Maya kuno di Amerika Tengah, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Environmental Science, sebuah jurnal peer-review.

Baca Juga: - 5 Rekomendasi Game Dewasa Mirip Summertime Saga, Penuh Story Mendalam - Poster Oppo A77s Beredar, Spesifikasi Utama dan Desainnya Terungkap - Jarang yang Tahu, Riset Ini Ungkap Hubungan Humor dan Keberhasilan Manusia untuk Bertahan Hidup

Dilansir dari Sputnik Newspolusi tersebut tampaknya bukan perkembangan modern melainkan tampaknya merupakan produk dari penggunaan logam berat yang produktif oleh orang Maya yang dimaksud dan produk yang dikandungnya, selama Periode Klasik antara 250 dan 1.100 M.

"Polusi merkuri di lingkungan biasanya ditemukan di daerah perkotaan kontemporer dan lanskap industri," kata Dr. Duncan Cook, profesor Geografi di Australian Catholic University dan penulis utama studi baru tersebut.

"Menemukan merkuri yang terkubur jauh di dalam tanah dan sedimen di kota-kota Maya kuno sulit dijelaskan, sampai kita mulai mempertimbangkan arkeologi wilayah tersebut, yang memberi tahu kita bahwa suku Maya menggunakan merkuri selama berabad-abad."

Situs-situs yang diperiksa oleh para peneliti menunjukkan berbagai tingkat konsentrasi merkuri yang berkisar dari 0,016 ppm di situs Actuncan di Belize hingga 17,16 ppm di reruntuhan Tikal yang terkenal di Guatemala.

Seperti yang ditunjukkan jurnal tersebut, Toxic Effect Threshold (TET) merkuri dalam sedimen "didefinisikan sebagai 1 ppm".

Studi baru ini menunjukkan pada cinnabar dan "cat dan bubuk yang mengandung merkuri" yang digunakan orang Maya untuk dekorasi sebagai kemungkinan penyebabnya, karena merkuri itu pada akhirnya dapat larut dari permukaan yang awalnya diterapkan ke dan ke dalam tanah dan air.

"Untuk suku Maya, benda-benda bisa mengandung ch'ulel, atau kekuatan jiwa, yang berada dalam darah," kata Dr. Nicholas Dunning, profesor di Universitas Cincinnati dan rekan penulis studi tersebut.

"Oleh karena itu, pigmen merah cemerlang cinnabar adalah zat yang tak ternilai dan suci, tetapi tanpa sepengetahuan mereka, itu juga mematikan dan warisannya tetap ada di tanah dan sedimen di sekitar situs Maya kuno."

Berita Terkait

TERKINI

Ini adalah bukti sahih bahwa minuman beralkohol bisa menurunkan kecerdasan.
sains | 16:12 WIB
Pelaku diduga adalah anak bungsu, yang nekat memberikan racun ke minuman keluarganya.
sains | 14:47 WIB
Sesar lembang berada di kawasan Jawa Barat dan diketahui masih aktif hingga saat ini.
sains | 16:46 WIB
Menurut catatan BMKG, kemunculan gempa susulan yang terekam terus mengalami penurunan.
sains | 18:31 WIB
Bakteri yang lama terpendam di balik lapisan es, kini siap kembali merebak dan berpotensi membahayakan manusia.
sains | 21:45 WIB
Rupanya manusia punya kemiripan otak dengan gurita, apa artinya?
sains | 21:30 WIB
Apa yang membuat sumber energi ramah lingkungan malah ikut kena pajak?
sains | 21:16 WIB
Pemerintah Belanda merasa bahwa kepentingan ekonomi negara sendiri lebih penting dibanding ajakan dari Amerika Serikat untuk memboikot China.
sains | 20:30 WIB
Motor ini meniru konsep dari kendaraan roda dua jadul yang dibuat oleh pabrikan yang sama.
sains | 20:23 WIB
Langkah ini akan ditempuh untuk mengurangi adanya korban jiwa dari aparat saat ada tindak kejahatan.
sains | 20:00 WIB
Serangan ini membuat instansi terkait terpaksa mengandalkan generator diesel.
sains | 19:42 WIB
Studi baru menunjukkan bahwa ada metode baru untuk merawat kanker ginjal.
sains | 19:27 WIB
Bukan sekadar bikin jenazah awet, ilmuwan percaya bahwa ada tujuan tersembunyi di balik mumifikasi.
sains | 19:22 WIB
Merasa susah bangun pagi dan sulit fokus? Ternyata ini pemicunya.
sains | 13:36 WIB
Badan antariksa China berencana untuk membuat pangkalan permanen di Bulan.
sains | 10:37 WIB
Dengan berlangganan, fitur peningkatan performa pada mobil ini akan di-unlock.
sains | 09:50 WIB
Benarkah pencemaran lingkungan global membuat lapisan es di Greenland makin gelap?
sains | 18:48 WIB
Roket ini bakal dipakai untuk menjelajah angkasa.
sains | 18:14 WIB
Tampilkan lebih banyak