Sains

Badai Tropis Laura dan Marco Terekam Satelit NASA, Begini Penampakannya

Astronot NASA Chris Cassidy berbagi pemandan badai tropis Laura dari ISS.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Badai tropis Laura terekam dari ISS. (Twitter/ Astro_SEAL)
Badai tropis Laura terekam dari ISS. (Twitter/ Astro_SEAL)

Hitekno.com - Seorang astronot NASA berhasil mengabadikan pemandangan menakjubkan dari badai tropis Laura dan Marco dari luar angkasa. Satelit telah melihat badai tropis Marco dan Laura saat mereka secara bersamaan bergerak menuju Teluk Meksiko (dekat perbatasan AS dan Meksiko).

Setelah diturunkan menjadi badai tropis Kategori 1 pada Minggu (23/08/2020), Marco mendarat di sepanjang pantai Louisiana, Amerika Serikat Senin (24/08/2020) malam waktu setempat.

Badai tropis Marco membawa curah hujan, angin kencang dan gelombang badai sebelum melemah menjadi opan pasca-tropis, menurut National Hurricane Center (NHC).

Sementara Badai Tropis Laura meningkat menjadi badai Kategori 1 pada Selasa pagi (25/08/2020) dan diperkirakan akan menguat menjadi badai Kategori 3 pada hari ini (26/08/2020).

Badai diperkirakan akan menghantam pantai Louisiana dan Texas saat menghempas ke daratan.

Badai tropis Laura terekam dari ISS. (Twitter/ Astro_SEAL)
Badai tropis Laura terekam dari ISS. (Twitter/ Astro_SEAL)

 

Stasiun Luar Angkasa Internasional menangkap pemandangan yang kemudian disebut Badai Tropis Laura pada Minggu (23/08/2020) sebelum badai itu menghantam Kuba.

Pada 25 Agustus 2020, astronot NASA Chris Cassidy yang saat ini bekerja di laboratorium ISS saat mengorbit berbagi pemandangannya tentang badai tropis Laura.

Satelit Terra NASA juga menangkap pemandangan infra merah Tropical Storm Marco menggunakan instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS).

Dikutip dari Space.com, tampilan satelit menunjukkan sisa badai petir di timur laut pusat badai, di mana suhu sedingin minus 50 derajat Fahrenheit (minus 45,5 derajat Celcius).

Suhu puncak awan ini menunjukkan badai petir kuat yang menjulang tinggi ke atmosfer dan berpotensi menghasilkan curah hujan lebat, menurut pernyataan dari NASA.

Laporan dari CNN, saat mendarat, angin di dalam badai Marco berkekuatan sekitar 40 mph atau 64,3 kmh.

Satelit Terra NASA merekam kondisi suhu badai tropis Laura. (NASA)
Satelit Terra NASA merekam kondisi suhu badai tropis Laura. (NASA)

 

Beberapa daerah yang terdampak bisa mendapatkan curah hujan setidaknya 7 inci.

Data yang didapat hingga 24 Agustus 2020, setidaknya sembilan orang tewas di Karibia, termasuk beberapa di Republik Dominika dan Haiti, akibat badai tropis Laura.

Diamati dari satelit NASA dan ISS, badai tropis Laura terlihat seperti pusaran awan besar yang berkumpul pada satu titik.

Berita Terkait