Sains

Pohon Purba Berusia 3.000 Tahun Dikloning Ilmuwan, Ini Penampakannya

Wah, pohon purba ini lebih tahan terhadap kebakaran dan serangan hama!

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi pohon raksasa. (Pixabay/ Kolibri)
Ilustrasi pohon raksasa. (Pixabay/ Kolibri)

Hitekno.com - Sebuah taman nasional di Golden Gate Bridge, San Fransisco, Amerika Serikat sekarang mempunyai pohon langka yang baru. Beberapa pohon purba berusia 3.000 tahun berhasil dikloning oleh sekelompok ilmuwan.

Sebanyak 75 anakan pohon redwood baru semuanya dikloning dari DNA pohon redwood kuno.

Pohon redwood yang berada sepanjang teluk di San Fransisco keberadaannya mulai langka ditemui.

Dengan adanya penemuan ini, pohon-pohon tersebut diharapkan dapat mewarisi keunggulan pohon purba sekaligus menyelamatkan lingkungan.

Jika mereka dibiarkan tumbuh tanpa gangguan, masing-masing pohon bahkan sambut menyaring 250 ton emisi gas rumah kaca.

Semua ''pohon super'' yang baru ini memiliki garis keturunan genetik yang mengesankan.

Pohon-pohon redwood raksasa kuno yang berusia 3.000 tahun ditemukan pada akhir abad ke-19.

Tanaman ini dari pohon purba barusia 4.000 tahun. (Archangel Ancient Tree Archive)
Tanaman ini dari pohon purba barusia 4.000 tahun. (Archangel Ancient Tree Archive)

 

Ilmuwan berhasil ''memodifikasi'' dan menkloning DNA yang ada pada pohon purba sehingga mampu tumbuh di pohon baru.

Setelah menemukan tunggul-tunggul raksasa dari pohon purba, ilmuwan yang tergabung dalam Archangel Ancient Tree Archive (AATA) segera menyelamatkan DNA tersebut.

David Milarch, pemimpin organisasi AATA, kini bisa tersenyum karena mereka berhasil mengkloning pohon purba yang umurnya mencapai ribuan tahun.

Pohon purba kuno yang berhasil dikloning termasuk pohon sequoia (Sequoiadendron giganteum) raksasa yang bernama General Sherman.

Tunggul Fieldbrook yang berusia ribuan tahun. (Archangel Ancient Tree Archive)
Tunggul Fieldbrook yang berusia ribuan tahun. (Archangel Ancient Tree Archive)

 

Tak hanya itu, terdapat pohon purba yang dikenal dengan tunggul Fieldbrook yang berdiameter sekitar 11 meter.

Pohon tersebut dipercaya berumur 3.000 tahun dan telah ditebang pada tahun 1890.

Karena mereka adalah klon-klon pohon yang lebih besar dari pohon redwood modern, AATA memanggil pohon-pohon tersebut dengan sebutan ''Pohon Juara''.

Mereka diharapkan dapat menjaga ekosistem berkat kualitas pohon purba yang terkenal sangat kuat.

Pohon-pohon tersebut dipercaya dapat melawan perubahan iklim, menyaring air tanah, sangat tahan terhadap kebakaran hutan serta hama yang menyerang.

Tunggul Fieldbrook ketika difoto pada tahun 1900-an. (Archangel Ancient Tree Archive)
Tunggul Fieldbrook ketika difoto pada tahun 1900-an. (Archangel Ancient Tree Archive)

 

''Pohon-pohon ini memiliki kapasitas untuk melawan perubahan iklim dan merevitalisasi hutan dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya,'' kata Milarch dikutip dari Futurism.

Pohon Juara hasil kloning dari pohon purba berusia 3.000 Tahun diharapkan dapat tumbuh lebih lama sehingga bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Berita Terkait