Panen Cuan karena Merampok Kripto, Begini Cara Korea Utara Danai Program Nuklirnya

Sekali salah klik efeknya bisa runyam, begini cara Korea Utara danai program nuklirnya.

Cesar Uji Tawakal

Posted: Senin, 10 Oktober 2022 | 14:14 WIB
Ilustrasi ledakan nuklir. (inhabitat.com).

Ilustrasi ledakan nuklir. (inhabitat.com).

Hitekno.com - Korea Utara diam-diam telah menjadi negara adidaya cryptocurrency. Negara yang satu ini disebut-sebut telah mencuri miliaran bitcoin dan ether dan menyalurkan keuntungan ke program senjata nuklirnya.

Bahayanya lebih dari sekadar teoretis, seperti yang ditunjukkan oleh satu peretasan bencana pada bulan Maret.

Dilansir dari Cnet, Lazarus Group, komplotan peretasan yang terkait dengan pemerintah Korea Utara, berhasil menguras lebih dari 600 juta dolar AS kripto dari blockchain yang digunakan oleh game NFT Axie Infinity.

Peretas Korea Utara mencuri 840 juta dolar AS dalam lima bulan pertama tahun 2022, demikian menurut data Chainalysis.

Itu adalah konsekuensi yang luar biasa. Sekitar sepertiga dari penjarahan kripto Korea Utara masuk ke dalam program senjatanya, termasuk senjata nuklir, menurut perkiraan Anne Neuberger, seorang wakil penasihat keamanan nasional di pemerintahan Biden.

Uji coba bom nuklir oleh Amerika Serikat. (Lawrence Livermore National Laboratory)
Uji coba bom nuklir oleh Amerika Serikat. (Lawrence Livermore National Laboratory)

Ini juga disalurkan ke operasi spionase negara itu. Ketika dua warga Korea Selatan awal tahun ini terungkap telah mencuri informasi militer untuk mata-mata Korea Utara, ternyata mereka telah dibayar dalam bentuk bitcoin.

"Crypto bisa dibilang sekarang penting bagi Korea Utara," kata Nick Carlsen, mantan analis Korea Utara di FBI yang sekarang bekerja untuk perusahaan keamanan kripto TRM Labs.

"Dengan standar apa pun, mereka adalah negara adidaya kripto."

Negara anti barat itu telah meningkatkan uji coba rudal balistik dalam 10 hari terakhir.

Lebih dari 5 juta penduduk Jepang diberitahu untuk segera mencari perlindungan pada hari Rabu setelah Korea Utara meluncurkan rudal di atas negara kepulauan tersebut.

Baca Juga: Perusahaan Ini Rilis Power Bank 40.000 mAh, Dukung Fast Charging 100 W

 

Untuk informasi terkini seputar dunia teknologi, sains dan anime, jangan lupa untuk subscribe halaman Facebook kami di sini.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 2324 Desember 2025....

internet | 14:44 WIB

Rencana pemerintah memberlakukan registrasi kartu SIM berbasis teknologi biometrik pengenalan wajah kembali memicu perde...

internet | 19:00 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik pengenalan wajah untuk pelanggan baru mulai 1 Janu...

internet | 16:45 WIB

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) m...

internet | 20:00 WIB