Internet

5 Poin Penting Soal Insiden Dugaan Kebocoran oleh Hacker Bjorka

Disinyali Hacker Bjorka berdomisili di Warsawa, Polandia.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi Hacker. (Pixabay)
Ilustrasi Hacker. (Pixabay)

Hitekno.com - Hacker Bjorka disebut-sebut sebagai bad actor dalam kasus dugaan kebocoran data kependudukan Indonesia. Karenanya ia menjadi pembicaraan hangat publik belakangan ini.

Aksi peretas ini tidak sekadar menjadi bad actor dalam kebocoran data sata, ia kerap kali menyinggung beberapa pihak di Indonesia.

Dari menteri, pejabat hingga tokoh publik Indonesia sempat kena 'senggol' hacker Bjorka melalui channel Telegram maupun akun Twitter miliknya.

Beberapa di antaranya malah sampai dibocorkan data pribadinya oleh Bjorka. Bahkan diduga ia telah membocorkan data intelejen dan surat rahasia BIN kepada Presiden Indonesia.

Dari berbagai aksinya tersebut, tak heran nama hacker Bjorka mendadak jadi sorotan bahkan berkali-kali masuk trending topik Twitter.

Hacker Bjorka. (Breach Forums)
Hacker Bjorka. (Breach Forums)

Berikut ini dirangkum tim HiTekno.com dari Beritahits.id, beberapa poin penting terkait kasus dugaan kebocoran data oleh hacker Bjorka belakangan:

1. Meretas Data Pribadi Penduduk Indonesia

Hacker yang disinyalir berdomisili di Warsawa, Polandia diduga menjual 150 juta data pribadi penduduk Indonesia. Data itu diduga diretas oleh Bjorka dari Komisi Pemilihan Umum.

Adapun data pribadi 150 juta penduduk Indonesia yang diretas Bjorka mencakup nama, nomor kartu keluarga, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat lengkap, status disabilitas, dan lain sebagainya.

2. Bocorkan Data Pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika

Tak hanya data pribadi penduduk Indonesia yang diretas oleh Bjorka. Data pribadi milik Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate diduga berhasil dibocorkan oleh Bjorka.

Data Menkominfo Johnny yang dibocorkan yaitu golongan darah, nomor kartu keluarga, nomor induk kependudukan, identitas keluarga, dan lain sebagainya. Ketika membocorkan data pribadi Johnny, Bjorka mengucapkan selamat ulang tahun kepada Menkominfo ini.

3. Meretas Surat Pribadi BIN ke Presiden Jokowi

Badan Intelijen Negara (BIN) tak luput dari sasaran Bjorka. Hacker itu diduga berhasil memperoleh surat-surat rahasia milik BIN yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.

Mengutip dari Suara.com, hasil peretasan Bjorka tersebut diunggah melalui forum online breached.to pada Jumat (9/9/2022). Isi unggahannya, Bjorka memperlihatkan logo Presiden Republik Indonesia.

"Berisi transaksi surat tahun 2019-2021 serta dokumen yang dikirimkan kepada Presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia," tulis Bjorka pada unggahannya.

4. Ungkap Identitas Dalang Pembunuh Munir

Bjorka hari ini menjadi trending topic di Twitter. Cuitan tentang Bjorka ramai diperbincangkan karena ia mengklaim mengungkap dalang pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.

Bjorka menyatakan bahwa purnawirawan sekaligus mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal Muchdi Purwopranjono sebagai dalang pembunuhan Munir hampir dua dekade lalu.

"Siapa yang membunuh Munir? Saya akan memberi kalian nama jika kalian bertanya siapa yang berada dibalik pembunuhan Munir. Dia adalah Muchdi Purwopranjono yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya," tulis Bjorka dikutip dari Twitter @bjorkanism.

5. Bjorka Acak-acak Data Anies Baswedan

Sebelumnya, informasi sejumlah pejabat pemerintah Indonesia dibagikan hacker Bjorka. Kekinian korbannya yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Apakah masalah banjir dan macet sudah teratasi pak? Sebab Jakarta tak hanya Sudirman dan Thamrin," ucap Bjorka dalam keterangan fotonya, dikutip Senin (12/9/2022).

Data yang dibocorkan mencakup nomor telepon, nama lengkap, gender, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), alamat, pendidikan, agama, golongan darah, nama istri, nama ayah dan ibu, dan bahkan sampai nomor seri vaksin Covid-19.

Itulah lima poin penting soal keramaian pembahasan aksi hacker Bjorka, sosok bad actor dalam kasus dugaan kebocoran data kependudukan Indonesia. (Beritahits.id/ Evi Nur Afiah).

Berita Terkait