Ilustrasi pria bermain smartphone. (Pixabay/ PankeysonPhotos)
Hitekno.com - Smartphone kini menjadi pusat penyimpanan data pribadi mulai dari foto, dokumen, hingga informasi perbankan yang sangat sensitif.
Karena pentingnya peran smartphone, ancaman pencurian data dan peretasan oleh hacker semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Mengamankan data di smartphone tidak bisa dianggap sepele karena sekali bocor bisa menimbulkan kerugian besar baik secara finansial maupun privasi.
Salah satu langkah dasar adalah selalu menggunakan kunci layar dengan metode yang kuat seperti password, PIN, pola rumit, atau biometrik berupa sidik jari dan pengenalan wajah.
Kunci layar yang kuat akan mempersulit pencuri mengakses data meski smartphone hilang atau jatuh ke tangan yang salah.
Selain kunci layar, pastikan selalu mengaktifkan fitur keamanan bawaan seperti Find My Device untuk Android atau Find My iPhone bagi pengguna iOS.
Fitur ini memungkinkan pengguna melacak lokasi smartphone yang hilang, mengunci perangkat dari jarak jauh, bahkan menghapus data jika diperlukan.
Mengamankan data juga berarti berhati-hati dalam menginstal aplikasi karena banyak aplikasi pihak ketiga yang bisa mengandung malware atau spyware.
Usahakan hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store karena lebih terjamin keamanannya.
Perhatikan juga izin akses aplikasi karena banyak aplikasi meminta akses berlebihan ke kontak, kamera, atau lokasi padahal tidak relevan dengan fungsinya.
Baca Juga: 5 Cara Supaya TV LED dan LCD Lebih Awet dan Tidak Cepat Rusak
Sebisa mungkin nonaktifkan izin yang tidak diperlukan agar aplikasi tidak bisa mengumpulkan data secara diam-diam.
Tips lain adalah selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi karena update biasanya membawa patch keamanan untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan hacker.
Menunda update hanya akan membuat smartphone lebih rentan terhadap serangan malware atau eksploitasi dari peretas.
Selain update, menggunakan antivirus atau aplikasi keamanan tambahan juga bisa menjadi lapisan proteksi ekstra.
Beberapa aplikasi keamanan dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan, memblokir situs berbahaya, dan bahkan memberikan peringatan jika ada percobaan peretasan.
Penting juga untuk tidak menggunakan WiFi publik secara sembarangan karena jaringan terbuka sangat rawan disusupi oleh hacker untuk mencuri data.
Jika terpaksa menggunakan WiFi publik, sebaiknya aktifkan VPN untuk mengenkripsi lalu lintas data sehingga lebih sulit disadap.
Jangan pernah menyimpan password penting di catatan tanpa perlindungan karena sangat mudah diakses jika smartphone jatuh ke tangan orang lain.
Gunakan password manager yang terenkripsi untuk menyimpan berbagai akun sehingga tetap aman dan praktis saat digunakan.
Mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada aplikasi penting seperti email, media sosial, dan mobile banking juga menjadi langkah krusial.
Dengan 2FA, meski password utama diketahui hacker, tetap dibutuhkan kode tambahan yang dikirimkan ke perangkat pengguna.
Selain langkah teknis, kesadaran pengguna juga penting dengan tidak sembarangan mengklik tautan dari SMS, email, atau chat yang mencurigakan.
Banyak kasus pencurian data terjadi karena korban tertipu oleh phishing yang mengarahkan ke situs palsu untuk mencuri informasi login.
Terakhir, selalu lakukan backup data penting ke cloud atau perangkat lain agar tetap aman meski smartphone hilang atau rusak.
Dengan menerapkan berbagai tips tersebut, data di smartphone akan jauh lebih terlindungi dari pencurian maupun peretasan oleh hacker.