Berhasil Bobol 900 Perusahaan, acker Minta Tebusan Rp 1 Triliun

Termasuk ada perusahaan Indonesia yang jadi korban hacker ini.

Agung Pratnyawan HiTekno.com

Posted: Senin, 05 Juli 2021 | 21:30 WIB
Berhasil Bobol 900 Perusahaan, acker Minta Tebusan Rp 1 Triliun

Berhasil Bobol 900 Perusahaan, acker Minta Tebusan Rp 1 Triliun

hitekno.com - Kelompok hacker atau peretas meminta tebusan sebesar 70 juta dolar AS atau setara Rp 1 triliun setelah berhasil menyerang dan membobol 900 perusahaan di seluruh dunia.

Termasuk ada perusahaan di Indonesia yang menjadi korban serangan hacker ini. Mereka berjanji akan mengembalikan data yang mereka rampas jika tebusan dibayarkan.

Permintaan itu diunggah di sebuah blog yang biasa digunakan oleh geng kejahatan siber REvil, sebuah kelompok yang diduga berkaitan dengan Rusia dan punya nama di antara para pemeras online.

Serangan ransomware REvil yang dieksekusi kelompok itu pada Jumat (2/7/2021) adalah salah satu serangan siber paling dramatis yang mencuri perhatian dunia.

Geng itu berhasil menerobos ke Kaseya, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Miami, Amerika Serikat. Memanfaatkan akses di perusahaan itu, mereka berhasil membobol akun-akun klien dan memicu rentetan reaksi berantai yang melumpuhkan komputer milik ratusan perusahaan di seluruh dunia.

Ilustrasi peretas. (Pixabay)
Ilustrasi peretas. (Pixabay)

Seorang direktur di Kaseya mengatakan bahwa pihaknya mengetahui permintaan tebusan itu. Sayang ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.

Perusahaan yang menjadi korban serangan itu berlokasi di berbagai negara, mulai dari Eropa, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan perusahaan keamanan siber ESET, disebut juga ada beberapa perusahaan di Indonesia yang menjadi korban.

Belum diketahui perusahaan apa saja di Indonesia yang terdampak serangan siber ini dan separah apa dampaknya. Di negara lain, efek serangan ini cukup besar. Misalnya di Swedia, sebanyak 800 toko milik perusahaan ritel Coop ditutup karena software mereka terganggu.

Allan Liska, pakar keamanan siber dari Recorded Future mengatakan bahwa peretas seperti ini biasanya fokus pada satu perusahaan besar.

Ini pernah terjadi bulan Juni lalu, ketika perusahaan Brasil, JBS terkena serangan REvil dan sisem produksinya terganggu. JBS mengaku mereka akhirnya membayar sebesar 11 juta dolar AS atau sekitar Rp 159,2 miliar kepada peretas agar sistem mereka kembali normal.

Baca Juga: Bikin Heboh karena BTS Meal, Sistem McDonald's Diserang Hacker

Itulah ancaman kelompok hacker REvil yang meminta tebusan Rp 1 triliun setelah sukses membobol ratusan perusahaan dengan ransomware. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

×
Zoomed
Berita Terkini

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB

Local Media Community secara resmi telah menyusun aspirasi sekaligus masukan kepada pemerintah, khususnya kepada Dirjen ...

internet | 11:12 WIB

DTI Series 2026 resmi dibuka di JICC, Senayan, menandai dimulainya rangkaian konferensi dan pameran teknologi digital te...

internet | 18:28 WIB

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB