Internet

Ini Kata Pengamat Soal Dugaan Data Pribadi Denny Siregar yang Bocor

"Data kelihatannya valid milik operator. Tetapi sumber kebocorannya yang perlu di analisa," terang pakar keamanan siber dariVaksincom.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi data pribadi. (Pixabay)
Ilustrasi data pribadi. (Pixabay)

Hitekno.com - Denny Siregar, pegiat media sosial ini belum lama ini mengaku kalau data pribadi miliknya telah bocor. Kasus ini mencatut nama Telkomsel.

Kasus dugaan kebocoran data pribadi Denny Siregar ini pun tidak luput dari pantauan pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya.

"Data kelihatannya valid milik operator. Tetapi sumber kebocorannya yang perlu di analisa," terang Alfons kepada Suara.com, Selasa (7/7/2020).

Menurut Alfons Tanujaya, Telkomsel tidak akan sengaja membocorkan data pribadi pelanggannya. Kemungkinan, ada pihak yang meretas sistem keamanan Telkomsel sehingga data pribadi Denny Siregar terpampang di dark web.

"Logikanya operator tidak akan sebodoh itu memberikan data yang sangat penting dan kritikal milik pelanggannya. Sumber kebocoran bisa beragam. Kemungkinan cukup besar adalah API dimana sistem operator membolehkan aplikasi pihak ketiga mengakses database dan ini dieksploitasi untuk mengektrak data yang di incar," imbuhnya.

Ilusrasi Perlindungan Data Pribadi. (Pixabay/geralt)
Ilusrasi Perlindungan Data Pribadi. (Pixabay/geralt)

 

Dalam situasi seperti, lanjut pakar keamanan siber dari Vaksincom, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah nyata untuk melindungi masyarakat, misalnya dengan menegakkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP).

"UU PDP memang sangat dibutuhkan dan kita perlu dasar hukum yang kuat sehubungan dgn pengamanan data dan banyaknya eksploitasi," kata Alfons.

Sementara bagi pihak ketiga, dalam hal ini perusahaan pengelola data, diharapkan untuk selalu memperbarui sistem keamanan mereka.

"Sebaiknya pengelola data perlu menerapkan enkripsi ketat dan kalau aplikasi pihak ketiga mengakses tidak mendapatkan data dalam bentuk mentah tetapi terenkripsi dan hanya mendapatkan konfirmasi apakah data valid atau tidak saja," pungkasnya.

Itulah tanggapan pakar keamanan siber dari Vaksincom terkait kasus data pribadi Denny Siregar yang telah bocor. (Suara.com/ Tivan Rahmat).

Berita Terkait