Ubah Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Apa Alasan WHO?

WHO sekarang menggunakan istilah physical distancing.


Posted: Rabu, 25 Maret 2020 | 08:00 WIB
Ubah Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Apa Alasan WHO?

Ubah Istilah Social Distancing Jadi Physical Distancing, Apa Alasan WHO?

hitekno.com - Tak menggunakan istilah social distancing, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) gunakan istilah lain, yaitu physical distancing.

"Kami mulai mengatakan physical distance karena kami ingin orang-orang tetap terhubung. Jadi, temukan cara untuk tetap terhubung secara sosial, bisa melalui berbagai media sosial agar tetap terhubung dengan orang lain karena kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda," ucap Dr Maria Kerkhove, seorang ahli epidemiologi WHO, seperti dikutip laman IFL Science.

Menjaga jarak fisik atau physical distancing antara diri sendiri dan orang lain, memainkan peran penting dalam membantu mencegah penyebaran virus karena COVID-19, menyebar dari orang ke orang ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Ilustrasi Physical Distancing. [Shutterstock]
Ilustrasi Physical Distancing. [Shutterstock]

Australia sendiri telah mencoba menerapkan "jarak aman". Pemerintah meminta orang-orang berada sejauh 1,5 meter dengan orang lain. Sementara di Inggris, Public Health England menyarankan, untuk berada sejauh 2 meter dari orang lain. Sedangkan WHO menyarankan agar orang-orang menjaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain.

Pada dasarnya, pengetahuan tentang influenza juga membantu dalam pembatasan jarak ini. Karena virus flu jiga menyebar melalui tetesan, penelitian yang memetakan seberapa jauh tetesan dapat menular bisa membantu untuk memberi tahu saran physical distancing, sampai penelitian serupa dilakukan pada virus Corona.

WHO menekankan bahwa menjaga jarak fisik dari orang-orang sangatlah penting dan itu tidak berarti membuat orang harus memutuskan hubungan sosial, atau melakukan jarak sosial (social distancing) dengan orang yang dicintai, seperti keluarga dan kerabat.

Ilustrasi social distancing. (Shutterstock)
Ilustrasi social distancing. (Shutterstock)

"Teknologi saat ini telah sangat maju sehingga kita dapat tetap terhubung dalam banyak hal tanpa benar-benar secara fisik berada di ruangan yang sama," tambah Dr Kerkhove.

Menurut Jamil Zaki, Associate Professor of Psychology di Stanford University, social distancing adalah istilah yang salah.

"Kita harus menganggap saat ini sebagai 'physical distancing' untuk menekankan bahwa kita dapat tetap terhubung secara sosial bahkan ketika terpisah. Bahkan, saya mendorong kita semua untuk berlatih bersosialisasi dari jauh," ucap Zaki.

Selain mengikuti pedomen physical distancing, langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dan bersin, dan menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, harus tetap dipatuhi.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Baca Juga: Nggak Disangka, Lokasi Penjual Bensin Eceran Ini Bikin Ngakak

×
Zoomed
Berita Terkini

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB

Transformasi digital di Asia jadikan identitas digital sebagai infrastruktur vital. Simak pentingnya sistem akses terint...

internet | 15:23 WIB

Video buram, kusam dan kurang oke? AI yang satu ini bisa jadi solusi mujarab....

internet | 16:34 WIB