Internet

Akibat Virus Corona, Dokter di China Gelar Pernikahan Hanya 10 Menit

Setelah mengucapkan janji suci, mempelai pria yang bekerja sebagai dokter langsung kembali bekerja ke rumah sakit.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi pernikahan dini. (margauxgatti)
Ilustrasi pernikahan dini. (margauxgatti)

Hitekno.com - Wabah virus corona di Wuhan, China membuat ahli medis di China sibuk dan tak punya banyak waktu, alhasil pernikahan dokter di China ini tak butuh waktu lama saat mempersiapkan pernikahan. 

Berbeda dengan pernikahan seorang dokter satu ini yang hanya menghabiskan waktu 10 menit. Karenanya, pernikahan ini pun menjadi viral di masyarakat.

Pernikahan ini terjadi di Heze, China, pada 30 Januari lalu. Tak hanya dilakukan secara kilat, tamu yang hadir pun hanya berjumlah lima orang , termasuk pengantin itu sendiri.

Jika pengantin tidak dihitung, pernikahan itu hanya disaksikan oleh kedua orang tua mempelai pria dan seorang penghulu, lapor World of Buzz.

Alasan upacara ini dilakukan dalam waktu singkat pun tak jauh dari wabah yang tengah membuat banyak orang khawatir, yaitu virus corona.

Sang dokter, pasangannya, dan kedua orang tua (Weibo/Huatu Education)
Sang dokter, pasangannya, dan kedua orang tua (Weibo/Huatu Education)

Banyak orang, terutama perawat, dokter dan tenaga profesional medis yang berusaha keras menyembuhkan orang-orang yang terinfeksi virus berbahaya ini.

Karena sang mempelai lelaki adalah seorang dokter di Second Hospital of Shandong University, ia tidak dapat meninggalkan rumah sakit dalam waktu lama. Jadi, segera setelah mengucapkan janji suci, ia langsung kembali merawat pasien.

Sang pengantin pria, Li Zhiqiang, mengungkapkan ia dan pasangannya telah menetapkan tanggal 31 Januari sebagai hari pernikahannya.

Sang dokter dan pasangannya menelepon orangtua mempelai wanita (Weibo/Huatu Education)
Sang dokter dan pasangannya menelepon orangtua mempelai wanita (Weibo/Huatu Education)

Tapi karena wabah, dan orang tua kedua mempelai mengatakan menunda pernikahan itu tidak baik, pasangan ini memutuskan untuk memajukan tanggal dan melakukannya secara sederhana.

Mereka memilih untuk tidak mengundang kerabat atau teman untuk mengurangi risiko infeksi juga.

Untungnya, sang mempelai wanita, Yu Hongyan, tidak keberatan dengan keputusan ini dan merasa cukup puas karena pernikahan mereka dapat diselenggarakan.

Dia mengatakan hal terpenting sekarang adalah membiarkan suaminya kembali bekerja dengan tenang dan tidak khawatir tentang pernikahan.(Suara.com/Rosiana Chozanah)

Berita Terkait