Mabuk Keras, Pria Ini Belanja Hewan Liar Secara Online

Dikontrol ya kalau mabuk guys.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Posted: Sabtu, 24 November 2018 | 19:00 WIB
Ilustrasi. (pexels/pixabay)

Ilustrasi. (pexels/pixabay)

Hitekno.com - Dalam pengaruh alkohol, seseorang biasanya bisa saja nekat melakukan hal-hal gila yang di luar kesadarannya. Sama halnya dengan pria asal Cina ini. Akibat mabuk keras, ia membeli beberapa hewan liar secara online.

Tidak sadar, pria asal Cina ini membeli online seekor babi, burung merak, dan salamander raksasa.

Pria yang tidak diketahui identitasnya ini membagikan kisahnya ini melalui sebuah unggahan di aplikasi pesan instan WeChat.

Dalam sesaat, kisah ini langsung viral ketika dibagikan kembali oleh pengguna Weibo bernama Puzhexu pada Senin (12/11/2018) lalu.

Ilustrasi. (pexels/pixabay)
Ilustrasi. (pexels/pixabay)

Tepat pada perayaan Singles Day atau Hari Jomblo yang dirayakan setiap 11 November, pria yang mabuk keras ini lalu berselancar di situs toko online Taobao milik Alibaba.

Hasil pencariannya ini membuat dirinya membeli dua pakaian di salah satu merchant. Sayangnya, barang yang ia kira pakaian ini adalah seekor burung merak dan babi hidup.

Tidak berhenti, ia lalu pergi ke situs jual beli online yang lain dan tanpa sengaja membeli seekor salamander raksasa di situs JD.com.

Hasil total belanja pria ini untuk tiga binatang di Hari Jomblo tersebut cukup menguras isi kantong.

Ilustrasi. (pexels/pixabay)
Ilustrasi. (pexels/pixabay)

Untuk seekor babi asli Thailand, ia membelinya dengan harga 278 yuan atau sekitar Rp 588 ribu. Seekor anak burung merak berwarna biru ia beli dengan harga 390 yuan atau sekitar Rp 825 ribu.

Sementara untuk salamander besar dengan berat 1,4 kg hingga 1,6 kg ia beli dengan harga 288 yuan atau sekitar Rp 609 ribu.

Baca Juga: Ironis, yang Terlihat Mesra di Instagram Tak Sebahagia Kenyataan

Sayangnya, pria ini tidak menjelaskan mengenai akhir dari tiga hewan liar yang ia pesan dari hasil mabuk kerasnya. Namun, pengiriman hewan hidup di Cina adalah hal legas bagi jasa pengiriman barang di negara tersebut.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 2324 Desember 2025....

internet | 14:44 WIB

Rencana pemerintah memberlakukan registrasi kartu SIM berbasis teknologi biometrik pengenalan wajah kembali memicu perde...

internet | 19:00 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik pengenalan wajah untuk pelanggan baru mulai 1 Janu...

internet | 16:45 WIB

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) m...

internet | 20:00 WIB