Games

Mencuitkan Soal Muslim Uighur, Mesut Ozil Hilang dari PES 2020

Cuitan dari Mesut Ozil soal Muslim Uighur membuat pemerintah China meradang.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Mesut Ozil. (Instagram/ M10_Official)
Mesut Ozil. (Instagram/ M10_Official)

Hitekno.com - Mengkritik keras pemerintah China ternyata membuat popularitas Ozil menjadi hilang pada sebuah platform game. Mesut Ozil yang terdaftar sebegai pemain Liga Primer Inggris harus hilang dari PES 2020 versi mobile di China.

Karakter pemain gelandang dari Arsenal ini tak bisa dimainkan lagi bagi gamer mobile Pro Evolution Soccer 2020 di China.

Blog Abacus South China Morning Post melaporkan penghapusan Mesut Ozil dilakukan pada tiga game yang diterbitkan oleh NetEase di China, termasuk PES 2020 Mobile.

Melalui akun resmi NetEase di Weibo, mereka mengumumkan penghapusan karakter Mesut Ozil.

Perusahaan menjelaskan bahwa cuitan dan pernyataan yang diberikan sebelumnya oleh Mesut Ozil membuat perusahaan tidak "memahami, menerima atau memaafkan" gelandang dari Arsenal tersebut.

Ilustrasi game PES 2020 Mobile. (Play Store)
Ilustrasi game PES 2020 Mobile. (Play Store)

 

Melalui media sosial, Mesut Ozil menuduh pemerintah China membakar Alquran dan menutup masjid, di samping menahan jutaan Muslim Uighur di kamp.

"(Di China) Al-Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah-sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Meski begitu demikian, umat Islam tetap diam," kicau Mesut Ozil lewat unggahan di akun Twitter dan Instagram-nya.

Ozil juga mengkritik sesama Muslim karena diam atau tidak banyak membela ketika jutaan orang di Muslim Uighur ditindas.

Dikutip dari Polygon, pemerintah China sudah angkat bicara dan menjelaskan bahwa Mesut Ozil telah ditipu oleh "berita palsu".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menjelaskan bahwa Mesut Ozil sudah termakan oleh berita-berita palsu yang beredar di media sosial.

Ilustrasi tampilan Mesut Ozil di PES 2020 Mobile. (YouTube/ Mickey Pesagittarius)
Ilustrasi tampilan Mesut Ozil di PES 2020 Mobile. (YouTube/ Mickey Pesagittarius)

 

Mereka bersedia mengundang Mesut Ozil untuk datang ke Uighur untuk meluruskan pemahamannya mengenai hal yang mereka lakukan di sana.

Pada Agustus 2018, sebuah panel hak asasi manusia milik PBB mengatakan bahwa mereka telah menerima banyak laporan yang kredibel tentang penahanan banyak orang di Uighur.

Sementara laporan dari CNN Internasional, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa selama dua setengah tahun terakhir, China telah menahan hingga 2 juta warga Uighur, yang mayoritas adalah Muslim.

Hilangnya Mesut Ozil dari sebuah game Mobile adalah contoh terbaru dari China untuk membungkam atau menolak kritik luar negeri terhadap hal-hal yang ada di negaranya.

Pemerintah China juga memboikot siaran pertandingan Liga Premier Inggris antara Arsenal melawan Manchester City pada Minggu (15/12/2019) setelah komentar Ozil di media sosial.

Hilangnya Mesut Ozil dari game PES 2020 Mobile di China merupakan keputusan permanen sehingga gamer dari penggemar Arsenal pasti akan kecewa mendengarnya.

Berita Terkait