Gadget

Desainer Chip MediaTek Ungkap Dinamika Soal Profesinya, Prospek Karier dan Kerumitannya

Desainer chip MediaTek mengajak untuk menggali lebih jauh dan membongkar beberapa seluk-beluk yang berkaitan dengan dunia desain chip.

Agung Pratnyawan

Chip MediaTek. (MediaTek)
Chip MediaTek. (MediaTek)

Hitekno.com - Wee Liang Lien, Director RF Design Division MediaTek membagikan berbagai hal soal profesinya sebagai desainer chip. Bagaimana soal prospek kerja desainer chip dan problematika yang sering dihadapinya sebagai desainer chip MediaTek.

Desainer chip MediaTek ini menyoroti kutipan dari artikel Bloomberg lebih dari setahun yang lalu di kala dunia sedang menghadapi krisis chip. Dari sana ia bertanya-tanya soal apa yang dikerjakannya sebagai desainer chip MediaTek.

Tentu saja, dunia desainer Integrated Circuit (IC) tidak hanya untuk orang biasa, tapi juga untuk calon potensial yang mengevaluasi apakah akan memasuki ranah tersebut.

Wee Liang Lien mengajak untuk menggali lebih jauh dan membongkar beberapa seluk-beluk yang berkaitan dengan dunia desain chip ini.

Mengatasi Bertambah Rumitnya Desain Chip

Kian bertambah canggihnya proses microchip dan packging technology memang menciptakan sejumlah inovasi terpenting dalam kehidupan umat manusia. Desain chip juga berperan penting dalam inovasi tersebut, setidaknya membantu mewujudkan berbagai “Systems-on-Chip” (SoC) yang kian rumit setiap waktu.

Dalam SoC, blok sirkuit dari jenis yang berbeda harus dipadukan dengan baik pada lingkungan “digital mainstream” yang memiliki karakteristik perangkat, terutama untuk desain digital, higher packing density, dan pasokan sub-1V.

Kondisi seperti ini tak bisa dihindari, sehingga menyebabkan sirkuit analog menghadapi reduced dynamic range dan increased circuit noise, yang menyebabkan masalah signal integrity dan kesulitan dalam memenuhi spesifikasi performa.

Meski begitu, apa pun persoalannya itu, hasil produksi tetap harus dimaksimalkan, bahkan dalam fluktuasi pasokan listrik dan suhu. Di sisi lain, desain Radio Frequency (RF) Integrated Circuit (IC) juga sensitif terhadap chip parasitics dan electromagnetic interference.

Untuk mengatasi ini, butuh inovasi berkelanjutan sehingga memungkinkan sirkuit analog/RF berdampingan dengan sirkuit digital untuk mendapatkan SoC yang sangat terintegrasi.

Bagaimana menjadi Desainer Chip yang Baik?

Bagaimana menjadi desainer chip yang baik. (MediaTek / Wee Liang Lien)
Bagaimana menjadi desainer chip yang baik. (MediaTek / Wee Liang Lien)

Menurut Wee Liang Lien, dsainer chip yang sukses, sebagian besar dari mereka, ialah insinyur listrik atau elektronik, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Terus berupaya mencari perbaikan lebih baik lagi dan berinovasi: Di samping mengembangkan diri secara profesional, mereka juga mencari cara untuk meningkatkan sirkuit di setiap generasi baru, tentu saja, dengan performa yang lebih baik dan konsumsi daya dan biaya yang lebih rendah.
  • Pemberi solusi: Seringkali, performa chip mungkin tidak sesuai dengan apa yang disimulasikan selama fase desain dan desainer diminta untuk mencari tahu akar masalahnya. Analisis masalah ini adalah bagian dari keterampilan yang bisa diandalkan seorang desainer chip.
  • Teliti: Seorang desainer chip memiliki ciri menaruh perhatian pada detail dan menghindari kesalahan desain. Karena, perbaikan bug bisa merugikan perusahaan hingga jutaan dolar dan kehilangan waktu berharga untuk pembuatan ulang photolithography masks dan fabrikasi ulang.
  • Bekerja tim: Mereka biasanya berbentuk tim. Karena bekerja dalam kerumitan, perancang chip biasanya diisi oleh sekelompok insinyur.  Dengan begitu, bekerja tim menjadi sangat penting.

 

Mengapa Desainer Chip Mencintai Pekerjaannya?

Para desainer chip jarang pindah kerja di luar keahliannya karena sejumlah alasan, antara lain:

  • Mengaplikasi pelajaran yang telah diterima: insinyur desain dapat menerapkan teori-teori yang telah diajarkan di bangku kuliah: analisis sirkuit, desain system, desain IC digital/analog/RF IC, perangkat fisik dll. Dalam karier, ungkapan “dots get connected” menyadarkan penggunaan praktis dari berbagai teori yang telah diterima di sekolah.
  • Semakin lama Anda tinggal, semakin berharga: Pembuatan chip, karena prosesnya begitu mahal, maka kesalahan desain tidak dapat ditoleransi. Oleh karenanya, pengalaman sangat dicari untuk mencapai “First Time Success”.
  • Perasaan yang luar biasa begitu produk akhir Anda dipajang di toko: para insinyur begitu senang melihat hasil kerja kerasnya ditampilkan sebagai produk akhir yang bisa ditunjukkan kepada orang lain yang dicintainya.
  • Karier menantang secara teknis: kemajuan teknologi semikonduktor yang terus berlanjut memberikan tantangan desain baru, bahkan untuk lini produk yang sama.

 

Desain Chip sebagai Karier

Diagram Venn profesi. (MediaTek / Wee Liang Lien)
Diagram Venn profesi. (MediaTek / Wee Liang Lien)

Wee Liang Lien membuat diagram Venn yang sejak lama dipakai untuk mencoba meyakinkan pelajar untuk mengambil jurusan teknik sebagai kariernya. Diagramnya seperti diilustrasikan seperti di atas, tapi di sini sebutan “Insinyur” diganti dengan “Desainer chip”:

Ada anggapan bahwa desainer chip tidak menerima gaji teratas (top dollars) dibandingkan dengan profesi tertentu lainnya. Namun, keinginan untuk menciptakan solusi yang inovatif dan meningkatkan kehidupan setiap orang adalah yang membuat desainer chip sebuah kepuasan kerja yang tak bisa diukur dalam bentuk uang.

Prospek Desain Chip di Singapura

Selama pandemi Covid-19 pada 2020, semikonduktor tercatat sebagai salah satu sektor “jasa esensial” yang terus beroperasi. Pada 2022, kami juga mendengar beberapa investor berencana untuk membangun fasilitas canggih di Singapura. Ini menyoroti pertumbuhan stabil industri semikonduktor di Singapura.

Ini, tidak diragukan lagi, akan menarik lebih banyak perusahaan desain semikonduktor mendirikan anak perusahaan untuk melengkapi ekosistem. Permintaan desainer chip di wilayah ini pada akhirnya akan meningkat.

Sebagai kesimpulan, desainer chip adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selama 50 tahun terakhir telah berkontribusi pada modernisasi, di antaranya pada komputasi, komunikasi, transportasi, hiburan, dan perawatan kesehatan.

Berita Terkait