Gadget

Usung Chipset Dimensity 700, Vivo Y54s 5G Dibanderol Rp 3 Jutaan

Vivo Y54s 5G mempunyai RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB.

Rezza Dwi Rachmanta

Vivo Y54s 5G. (Vivo China)
Vivo Y54s 5G. (Vivo China)

Hitekno.com - Tak terlalu banyak teaser atau bocoran, Vivo diam-diam meluncurkan HP 5G baru dengan desain menarik. Membawa nama komersial sebagai Vivo Y54s 5G, perangkat ini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 700.

HP 5G ini menampilkan layar IPS LCD 6,51 inci beresolusi Full HD+ dengan rasio aspek 20:9. Perangkat menjalankan sistem operasi Android 11 yang dikustomisasi ke dalam OriginOS 1.0.

Vivo Y54s 5G ditenagai oleh MediaTek Dimensity 700 dengan RAM 6 GB. CPU pada chipset berkonfigurasi 2 core Cortex A76 (2.2 GHz) dan 6 core Cortex A55 (2.0 GHz).

Chipset bersistem fabrikasi 7 nm ini cukup familiar ditemukan pada HP 5G dengan banderol terjangkau. Perusahaan hanya menyediakan satu varian memori saja yaitu RAM 6 GB + penyimpanan 128 GB.

Perangkat tersedia dalam dua varian warna termasuk Lake Blue dan Titanium Grey. HP 5G ini mengusung kamera ganda berkonfigurasi 13 MP (primer) + 2 MP (depth sensor).

Vivo Y54s 5G. (Vivo China)
Vivo Y54s 5G. (Vivo China)

Poni waterdrop di bagian depan digunakan sebagai tempat kamera selfie 8 MP. Vivo Y54s 5G memiliki sensor sidik jari yang ditempatkan pada bagian samping.

Dilansir dari NDTV, perusahaan juga menyediakan fitur otentifikasi Face ID sebagai keamanan tambahan. Berbagai pilihan konektivitas yang ditawarkan termasuk Bluetooth 5.1, jack audio 3.5 mm, GPS, port Micro-USB, OTG, dan Wi-Fi.

Pilihan sensor onboard-nya yaitu sensor gravitasi, sensor cahaya sekitar, sensor jarak, dan kompas elektronik. Perangkat turut mendukung SBC, AAC, LDAC, aptX HD, dan codec aptX.

Vivo Y54s 5G. (Vivo China)
Vivo Y54s 5G. (Vivo China)

Vivo Y54s 5G mengusung baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 18 W. HP 5G ini berukuran 164.15 x 75.35 x 8.50 mm dan memiliki berat 188,4 gram.

Harga Vivo Y54s dibanderol sebesar 1.699 yuan atau Rp 3,8 juta. Perangkat masih dijual terbatas di China dan belum diketahui terkait ketersediaan secara global termasuk ke Indonesia.

Berita Terkait