Gadget

Akhirnya, AS Lepas Xiaomi dari Daftar Perusahaan Terkait Militer China

Apakah ini dampak pergantian Donald Trump ke Joe Biden?

Agung Pratnyawan

Ilustrasi logo Xiaomi. (Xiaomi)
Ilustrasi logo Xiaomi. (Xiaomi)

Hitekno.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), atau kerap dikenal sebagai Pentagon, sempat memasukkan Xiaomi sebagai perusahaan yang terkait dengan militer AS.

Dengan masukknya Xiaomi dalam daftar tersebut, meminta perusahaan AS untuk memutuskan kerjasama dengan mereka yan ada masuk di dalamnya.

Namun kabar terbarunya, Pentagon telah menghapus nama Xiaomi dari daftar perusahaan terkait militer China, demikian diwartakan Suara.com (13/5/2021).

Keputusan Pentagon itu, sebutan untuk Departemen Pertahanan AS, diketahui dari sebuah dokumen pengadilan. Isi dokumen itu menyatakan bahwa Pentagon dan Xiaomi sepakat untuk menyelesaikan sengketa antara keduanya di luar pengadilan.

Seperti diwartakan sebelumnya bahwa pada Januari, hanya beberapa bulan sebelum digantikan oleh Joe Biden, Presiden Donald Trump memasukkan Xiaomi dalam daftar perusahaan yang dinilai berkaitan dengan Partai Komunis China dan militer Tiongkok. 

Ilustrasi logo Xiaomi. [Shutterstock]
Ilustrasi logo Xiaomi. [Shutterstock]

Karenanya perusahaan-perusahaan AS dilarang untuk bermitra dan berinvestasi di Xiaomi.

Xiaomi sendiri membantah tudingan itu dan menegaskan pihaknya sama sekali tak punya hubungan dengan partai komunis maupun militer China. Sebagai respons, Xiaomi lalu menggugat Pemerintah AS di pengadilan di Amerika Serikat sendiri.

Tetapi setelah tampuk pemerintahan AS dipegang oleh Biden, rupanya perlakuan terhadap Xiaomi berubah. Belum diketahui bagaimana penyelesaian masalah ini ke depannya.

Juru bicara Xiaomi sampai kini belum memberikan keterangan resmi, meski mengungkap bahwa pihaknya akan terus mengamati perkembangan putusan Pentagon tersebut. Sementara Pemerintah AS juga belum memberikan keterangan lanjutan.

Namun dengan dikeluarkannya Xiaomi dari daftar perusahaan terkait militer China ini, membuka peluang bagi perusahaan AS lainnya untuk menjalin kerjasama. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait