Gadget

Mirip Nokia 5700 XpressMusic, Vivo Ajukan Paten HP "Layar Putar"

Layar HP Vivo bagian bawah ini bisa diputar 180 derajat.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Logo Vivo. (Vivo)
Logo Vivo. (Vivo)

Hitekno.com - Dari tahun ke tahun, desain HP semakin berkembang lebih canggih atau bahkan lebih "unik". Vivo telah mendaftarkan desain paten HP baru dengan "layar putar".

Konsep putarnya mengingatkan kita dengan Nokia 5700 XpressMusic yang dikenalkan pada 2007 lalu.

Bedanya, bukan pada keyboard atau kamera, namun yang berputar justru layar bagian bawah dari HP Vivo.

Kabar paten HP baru Vivo datang dari leaker bernama @_the_tech_guy.

"Vivo mendesain paten untuk HP yang memiliki modul tampilan di mana ia dapat diputar pada sisi bawah," tulis The Tech Guy.

Paten Vivo mengenai layar putar. (Twitter/ _the_tech_guy)
Paten Vivo mengenai layar putar. (Twitter/ _the_tech_guy)

 

Leaker mengklaim bahwa dirinya mendapatkan dokumen tersebut dari paten Vivo yang diajukan pada China's National Intellectual Property Administration (CNIPA).

Sebagai informasi, paten HP yang didaftarkan pada WIPO atau CNIPA biasanya dapat berakhir menjadi sebuah HP baru.

Namun sebagian di antaranya justru berakhir pada skali prototipe saja.

Desain paten menunjukkan bahwa HP Vivo ini dilengkapi dengan layar penuh dengan bagian bawah yang dapat diputar 180 derajat.

Nokia 5700 XpressMusic. (YouTube/ Syaf pro)
Nokia 5700 XpressMusic. (YouTube/ Syaf pro)

 

Pada salah satu gambar, kita melihat keyboard QWERTY di layar dan pada sisi lain, kita melihat bahwa pengguna dapat mencoret-coret layar.

Dikutip dari Gizmochina, pada dokumen lain yang terdaftar di CNIPA, desain paten menunjukkan bahwa ponsel memiliki punch-hole di bagian tengah-atas layar.

Terdapat pula modul tiga kamera belakang yang tersusun secara horizontal.

Desain paten HP Vivo. (CNIPA via Gizmochina)
Desain paten HP Vivo. (CNIPA via Gizmochina)

 

Tidak ada sensor sidik jari yang terlihat di belakang, namun perangkat ini kemungkinan besar membawa fitur fingerprint-in-display.

Paten tidak menjadi garansi bahwa Vivo akan menghadirkannya secara komersial.

Perusahaan kemungkinan akan mempertimbangkan beberapa faktor termasuk daya tahan, teknologi, hingga biaya pembuatannya.

Jika desain paten tersebut menjadi sebuah HP baru, maka Vivo akan menempatkannya pada segmen flagship.

Berita Terkait