Gadget

Google Tutup Sementara Kantornya di China karena Virus Corona

Google terpaksa menutup sementara semua kantor di daratan China.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi kantor Google. (Pixabay/denvit)
Ilustrasi kantor Google. (Pixabay/denvit)

Hitekno.com - Wabah virus corona makin melumpuhkan aktivitas sehari-hari warganya, termasuk sektor bisnis seperti Google.

Raksasa pencarian ini terpaksa menutup sementara semua kantor di daratan China, serta kantor Google di Hong Kong dan Taiwan karena wabah virus corona.

Dilansir dari laman The Verge, kantor-kantor ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang. Langkah ini yang diambil pemerintah China untuk membantu mengurangi penyebaran virus corona dengan membuat penduduknya untuk tetap di dalam dan menghindari perjalanan.

Salah satu juru bicara Google mengatakan perusahaan sekarang berencana untuk menutup kantornya sementara sesuai dengan pedoman pemerintah.

Hal ini juga membuat pembatasan perjalanan bisnis sementara untuk terbang ke daratan China dan Hong Kong.

Selain itu, Google juga menasehati karyawan yang saat ini berada di China dan karyawan yang memiliki anggota kelurga dekat yang kembali dari negara itu, pulang sesegera mungkin dan bekerja dari rumah setidaknya 14 hari.

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

 

Hal ini menandai peningkatan terbaru dalam upaya industri teknologi memerangi virus corona dan mengurangi resiko akibat virus yang berasal dari kota Wuhan, China.

Memiliki hubungan dekat dengan industri teknologi dengan China, bahkan sebagai pasar internet terbesar di dunia dan pusat manufaktur, karyawan teknologi biasanya melakukan perjalanan ke negara tersebut.

Pasalnya hampir setiap perusahaan besar di industri teknologi ini memiliki kantor di negara tersebut.

Tak hanya Google, Apple dan Facebook juga membatasai karyawannya untuk melakukan kunjungan kerja di China.

Apple mengatakan telah menutup satu toko ritel di China dan memeriksa karyawannya secra teratur dan membersihkan ruang ritel dan kantor secara agresif.

Tak hanya industri teknologi seperti Google, Apple dan Facebook saja, namun perusahaan hiburan dan manufaktur mobil menghentikan operasi dan menangguhkan semua penerbangan di China.

Berita Terkait