Gadget

Gadget Disita Ibunya, Remaja Ini Nekat Lompat dari Jendela Apartemen

Ia lakukan aksi nekat ini untuk mendapatkan kembali gadget miliknya.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi balkon. (Unsplash/ Martin Naňo)
Ilustrasi balkon. (Unsplash/ Martin Naňo)

Hitekno.com - Kecanduan bermain smartphone kini tak hanya dialami orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. Seperti yang beberapa waktu lalu terjadi di Singapura.

Remaja berumur 12 tahu nekat melompat dari jendela rumahnya di sebuah gedung di Sengkang Barat, Singapura.

Kabar baiknya remaja tersebut berhasil selamat karena petugas pemadam kebakaran sudah menyiapkan bantal tiup untuknya sebelum bocah tersebut melompat.

Alasan dari aksi nekatnya tersebut tak lain dipicu oleh kemarahannya setelah orang tuanya menyita ponsel dan iPad-nya.

Teknologi memang diciptakan untk memudahkan beberapa pekerjaan dan membantu dari beberapa tugas sehari-hari, namun tidak semua.

Ilustrasi anak gunakan smartphone. (Unsplash/Diego Passadori)
Ilustrasi anak gunakan smartphone. (Unsplash/Diego Passadori)

 

Tetapi menggunakan smartphone dengan secara terus-menerus juga tidak baik apalagi untuk anak-anak yang tak mengetahui dampaknya,

Namun, kebanyakan orang tua zaman sekarang memberikan gadget untuk anak-anak mereka sebagai pengganti orang tua yang terlalu sibuk.

Oleh karena itu, ketika kehilangan perangkat gadgetnya mungkin sangat mirip saat ia kehilangan teman, sehingga ia mengambil langkah drastis untuk mendapatkan kembali perangkat mereka.

Seperti belum lama ini yang juga terjadi, seorang bocah mengunci dirinya sendiri di dalam mobil dan ibunya di luar agar ia dapat menghabiskan lebih banyak waktu bermain gagdet.

Ia takut kalau ibunya akan menghentikannya bermain smartphone, itu sebabnya ia mengunci dirinya sendiri di dalam mobil.

Namun dampaknya yang sangat berbahaya ini sedang mengintai mereka, pasalnya seorang remaja 13 tahun divonis terkena Ensefalitis Autoimun, setelah bermain smartphone terus-menerus hingga tengah malam.

Semoga kejadian kecanduan smartphone tidak terulang dan para orang tua bisa lebih bijak memberikan gadget pada anaknya.

Berita Terkait