Sains

Sempat Berkembang, Galaksi Langka Ini Tiba-tiba Ditemukan Mati

Disebutkan kalau galaksi langka tersebut telah membentuk massa lebih dari 300 miliar Matahari. Tapi sekarang tiba-tiba mati.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi galaksi di alam semesta. (Pixabay)
Ilustrasi galaksi di alam semesta. (Pixabay)

Hitekno.com - Para astronom baru-baru ini dikejutkan dengan penemuan sebuah galaksi langka yang bisa tumbuh dengan pesat. Namun tiba-tiba, mereka menemukan galaksi ini telah mati.

Galaksi raksasa yang baru ditemukan ini dikenal sebagai XMM-2599 dan terletak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Dengan kata lain, merupakan galaksi yang muncul ketika usia alam semesta masih muda, mengingat Big Bang terjadi 13,82 miliar tahun yang lalu.

"Bahkan sebelum alam semesta berusia 2 miliar tahun, XMM-2599 telah membentuk massa lebih dari 300 miliar Matahari. Itu menjadikannya galaksi ultra-masif," ucap Benjamin Forrest, seorang peneliti di Departemen Fisika dan Astronomi di Universitas California Riverside (UCR).

Menurut Benjamin Forrest, menariknya galaksi ini membentuk sebagian besar bintangnya ketika alam semesta berusia kurang dari 1 miliar tahun dan secara tiba-tiba mati atau tidak aktif pada saat alam semesta baru berusia 1,8 miliar tahun.

Benjamin Forrest dan timnya melakukan pengamatan menggunakan bantuan instrumen Multi-Object Spectrograph for Infrared Exploration (MOSFIRE) yang dipasang pada teleskop di Observatorium Keck, Hawaii.

Pengamatan pada galaksi langka ini dilakukan untuk mengetahui jaraknya dari Bumi.

Gambar panel yang menunjukkan kondisi XMM-2599, kemungkinan trajektorinya, serta kondisi brightest cluster galaxy atau BCG [Dok NASA/ESA].
Gambar panel yang menunjukkan kondisi XMM-2599, kemungkinan trajektorinya, serta kondisi brightest cluster galaxy atau BCG [Dok NASA/ESA].

 

Para astronom juga menyebutkan bahwa galaksi ini menciptakan lebih dari 1.000 bintang setiap tahun selama puncak aktivitasnya.

Sebagai perbandingan, Bimasakti hanya membentuk satu bintang baru setiap tahun. Meski begitu, penyebab mengapa galaksi ini tiba-tiba mati masih menjadi tanda tanya besar.

"Yang membuat XMM-2599 begitu menarik dan mengejutkan adalah karena galaksi itu tidak lagi menciptakan bintang. Kemungkinan karena tidak lagi mendapatkan bahan bakar atau lubang hitamnya mulai menyala," jelas Gillian Wilson, rekan Benjamin Forrest yang seorang profesor fisika dan astronomi di UCR.

Dilansir dari Space.com, para astronom akan terus mengamati XMM-2599 menggunakan Keck untuk mengkarakterisasi galaksi dan mendapatkan jawaban atas penyebab mengapa galaksi tadi mati secara tiba-tiba.

Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan secara online pada Rabu (5/2/2020) di The Astrophysical Journal Letters.

Itulah penemuan galaksi langka yang sempat tumbuh pesat namun tiba-tiba mati. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait