Lie Detector, Benar Mendeteksi Kebohongan atau Tidak

Melihat dari cara kerjanya, kamu hanya perlu meletakan telapak tanganmu di bagian sensornya. Jika kamu ternyata berbohong, alat ini akan memberikan sengatan listrik tepat ke bagian telapak tanganmu.

Amelia Prisilia HiTekno.com

Posted: Selasa, 03 April 2018 | 19:58 WIB
Lie Detector, Benar Mendeteksi Kebohongan atau Tidak

Lie Detector, Benar Mendeteksi Kebohongan atau Tidak

hitekno.com - Alat yang berbentuk lucu dan unik ini apakah benar bisa mendeteksi kebohongan?

Kamu pasti sering melihat alat yang katanya bisa mendeteksi kebohongan ini di berbagai reality show.

Salah satunya reality show Korea yang ramai ditayangkan.

Tapi apakah Lie Detector ini benar dapat mendeteksi kebohongan, itu yang masih belum bisa dipastikan.

Melihat dari cara kerjanya, kamu hanya perlu meletakan telapak tanganmu di bagian sensornya.

Jika kamu ternyata berbohong, alat ini akan memberikan sengatan listrik tepat ke bagian telapak tanganmu.

Selain memberikan sengatan listrik, alat ini juga bisa diatur untuk hanya memberikan getaran.

Mengapa alat ini bisa memberikan sengatan atau getaran pada tanganmu ketika kamu tes kebohongan?

Pada dasarnya alat ini bekerja dengan mendeteksi detak jantung kamu.


Sumber foto : The Telegraph

Orang yang berbohong, biasanya detak jantungnya akan berdebar kencang.

Jadi jika kamu menggunakan alat ini saat detak jantungmu sedang meningkat, sudah pasti jawaban yang kamu berikan adalah kebohongan.

Namun, apa jadinya jika kamu ternyata mampu mengontrol detak jantungmu dan bisa lolos tes kebohongan dari alat kecil ini mengingat alat ini hanya mendeteksi kamu dari detak jantungmu.

Berbeda dengan alat pendeteksi kebohongan yang sering dipakai oleh para profesional.

Alat ini memang sangat seru digunakan untuk bermain bersama teman-temanmu, tapi jangan jadikan alat yang dijual di Online Shop dengan harga Rp100 ribu sampai Rp200 ribu ini sebagai acuan temanmu sedang berbohong atau tidak ya.

×
Zoomed
Berita Terkini

Simak daftar 7 fenomena langit sepanjang bulan Agustus 2026. Terdapat puncak hujan meteor Perseid hingga gerhana Matahar...

sains | 12:23 WIB

Krisis biokultural di Indonesia mengancam punahnya pengetahuan tradisional dan ritual masyarakat adat dalam menjaga huta...

sains | 12:52 WIB

Bukan sekadar hiburan, film horor ternyata 'gym' bagi otak Anda. Pakar psikologi ungkap bagaimana adegan seram bisa mela...

sains | 10:55 WIB

Ilmuwan menemukan masker dan cangkir berusia 5.000 tahun yang terbuat dari tulang manusia di China....

sains | 12:41 WIB

BMKG ungkap biang kerok cuaca panas menyengat. Bukan gelombang panas, ini kombinasi dari musim pancaroba dan posisi mata...

sains | 16:20 WIB