Ilustrasi Apple. (unsplash/VASANTH)
Hitekno.com - Di tengah sengitnya perang kecerdasan buatan (AI), Apple dilaporkan mengambil langkah yang tak terduga dan sangat mahal, mengakui ketertinggalannya dan "menyewa" otak AI dari rival terbesarnya, Google.
Sebuah kesepakatan raksasa senilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 16 triliun per tahun disebut telah terjalin.
Uang sebesar itu akan digunakan untuk mengintegrasikan model AI canggih Gemini milik Google ke dalam asisten virtual Siri, sebuah langkah yang menandai pergeseran strategi besar bagi raksasa Cupertino.
'Transplantasi Otak' Senilai Rp 16 Triliun
Langkah ini pada dasarnya adalah sebuah 'transplantasi otak' besar-besaran untuk Siri. "Saat ini, asisten pintar Siri beroperasi pada AI cloud internal Apple dengan sekitar 150 miliar parameter. Lewat perjanjian baru, Siri akan memanfaatkan model Gemini Google yang memiliki 1,2 triliun parameter, hampir delapan kali lebih canggih."
Peningkatan delapan kali lipat ini bukan sekadar angka. Ini adalah lompatan kuantum yang akan memungkinkan Siri untuk pertama kalinya benar-benar memahami perintah kompleks, meringkas informasi secara cerdas, dan merencanakan tugas-tugas multi-langkah dengan lebih baik.
Peningkatan masif ini dijadwalkan akan meluncur pada tahun 2026 melalui pembaruan iOS 26.4.
Benteng Privasi di Tengah 'Rumah' Rival
Tentu saja, kolaborasi ini memicu pertanyaan besar: bagaimana dengan privasi, yang selama ini menjadi 'jualan' utama Apple?
Menyerahkan inti AI-nya kepada Google, sebuah perusahaan yang model bisnisnya berbasis data, adalah sebuah pertaruhan besar.
Baca Juga: Realme Banting Harga 'Gila-gilaan' di Harbolnas 11.11: HP Premium Ini Diskon Rp 1,7 Juta!
Namun, Apple disebut telah menyiapkan benteng pertahanan yang kokoh. "Meskipun memanfaatkan AI Google, Apple disebut bakal mempertahankan kontrol privasi yang ketat. Gemini akan beroperasi di server Private Cloud Compute (PCC) Apple, memastikan data pengguna tetap terisolasi dari infrastruktur Google."
Semua pemrosesan akan bersifat sementara dan tidak akan ada data yang disimpan, sebuah langkah untuk menjaga citra Apple yang pro-privasi.
Kemitraan 'Terpaksa' yang Bersifat Sementara
Keputusan Apple untuk menggandeng Google bukanlah tanpa pertimbangan. Mereka dilaporkan telah menguji model lain seperti GPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic.
Namun, pada akhirnya, "mereka akhirnya memilih Gemini karena pemahaman kontekstual, skalabilitas, dan fleksibilitas integrasinya."
Yang lebih menarik, kemitraan mahal ini diyakini hanya bersifat sementara. "Kolaborasi itu dianggap sebagai sementara hingga Apple menyelesaikan model AI-nya sendiri yang memiliki 1 triliun parameter."
Ini mengindikasikan bahwa Apple sedang 'membeli waktu' dengan menyewa teknologi Google, sambil di belakang layar mereka bekerja keras untuk membangun mesin AI tandingan mereka sendiri.
Pergeseran Strategi Seorang Raksasa
Langkah ini menandai sebuah momen penting dalam sejarah Apple. "Kolaborasi ini menandai pergeseran strategi Apple, dari membangun segalanya secara internal menjadi bermitra secara selektif dengan para pemimpin industri."
Di tengah perlombaan AI generatif yang bergerak sangat cepat, bahkan raksasa sekelas Apple pun harus rela menelan egonya dan bekerja sama dengan rival untuk tetap kompetitif, sebuah langkah yang harus mereka bayar dengan harga yang sangat mahal.