Sempat Naik pada Q1 2023, Begini Potensi Pergerakan BTC Menurut Analis

Analis melihat adanya potensi koreksi pada Bitcoin dan Ethereum.

Rezza Dwi Rachmanta
Rabu, 19 April 2023 | 07:39 WIB
Ilustrasi Bitcoin. (Pixabay/MichaelWuensch)

Ilustrasi Bitcoin. (Pixabay/MichaelWuensch)

Hitekno.com - Kripto Bitcoin (BTC) sempat mengalami tren kenaikan pada kuartal pertama 2023 (Q1 2023). Beberapa pakar dan analis memprediksi pergerakan Bitcoin pada tahun ini.

Sebagai informasi, BTC menyentuh 23.148 dolar AS pada akhir Januari 2023.

Bitcoin mengalami tren kenaikan sehingga mencapai 28.360 dolar AS di akhir kuartal pertama tahun ini. BTC bahkan sempat menembus 30 ribu dolar AS pada awal April 2023.

Baca Juga: Waduh, Lebih dari 50 Persen Holder Kripto SHIB Merugi

Seorang analis mengungkap bahwa harga Bitcoin akan rehat sejenak dan berpeluang merosot lebih dalam.

Harga BTC saat ini telah bergerak lebih rendah dari US$30.000, yang menjadi dasar kepercayaan diri pasar untuk bergerak lebih tinggi. Ini diprediksi menjadi sinyal adanya potensi penurunan pada kripto utama.

Ilustrasi Bitcoin. (Pixabay)
Ilustrasi Bitcoin. (Pixabay)

Bitcoin Rehat Sejenak, Sudah Lelah Naik?

Baca Juga: FTX Bangkrut Bikin Industri Kripto Kalang Kabut, Perusahaan BlockFI Ikut Terseret

Berdasarkan laporan Daily Hodl, Ahli Strategi Senior di Bloomberg Intelligence Mike McGlone melihat adanya potensi koreksi pada Bitcoin dan Ethereum.

Mike membandingkan pergerakan aset ETH/BTC, Nasdaq dan pasokan uang The Fed.

Dikutip dari Blockchainmedia.id (jaringan Suara.com), ETH/BTC dianggap sebagai indikator utama untuk aset berisiko, sehingga saat koreksi terjadi di pasar saham, itu juga akan terjadi di pasar kripto.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Aplikasi Trading Kripto Populer dan Resmi Diawasi

Prospek deflasi juga menjadi pertimbangan Mike, yang dapat terjadi oleh pembalikan keras dari kebijakan moneter bank sentral AS.

Jangan salahkan US$2.000 Ethereum, US$30.000 Bitcoin. Jika aset berisiko mencapai puncaknya, pasar mungkin berada di awal hari penyesuaian terhadap disinflasi, yang normal dalam resesi, tetapi The Fed mungkin tidak akan pernah mengendur dengan kemudahan yang dimilikinya di masa lalu. Deflasi yang bertahan lama bisa bersifat timbal balik,” ujarnya.

Selain itu, ia berpendapat bahwa dalam prospek resesi deflasi, emas akan menjadi salah satu aset yang memiliki kinerja apik, berkat pasar saham yang runtuh.

… Itu [emas] adalah salah satu dari sedikit komoditas yang saya benar-benar bullish karena semuanya mulai miring ke bawah menuju tren deflasi,” tambahnya.

Gagalnya harga Bitcoin untuk mempertahankan posisinya di atas level US$30.000 dan rehat sejenak membawa potensi penurunan yang banyak diantisipasi oleh para analis dan trader.

Cointelegraph melaporkan bahwa, trader popular Crypto Ed melihat Bitcoin telah menyapu titik terendah.

Tidak hanya level US$29.000, level US$28.500 juga berpeluang menjadi zona bawah dari target penurunan, sebelum benar-benar mencoba untuk bangkit kembali.

Di sisi lain, perusahaan analitik kripto CryptoQuant juga telah menemukan empat tanggal penting yang perlu diwaspadai para investor, yang berpotensi memicu aksi jual besar.

Crypto Potato melaporkan, tanggal-tanggal tersebut adalah 26 Mei 2023, 7 Agustus 2023, 19 Oktober 2023 dan 30 Desember 2023, yang kemungkinan ada tekanan jual besar dari BTC yang dipegang oleh Pemerintah AS.

Batch pertama dari BTC yang dijual Pemerintah AS telah dilakukan pada 14 Maret, seminggu setelah memindahkannya ke bursa kripto.

Ada sekitar 41.491 koin BTC yang akan dijual dalam empat batch lainnya di sepanjang tahun ini, sehingga investor patut mewaspadainya sebagai gelombang jual besar.

Berita Terkait
TERKINI

Seluruh transaksi di acara JakCloth Ramadan 2024 akan menggunakan QRIS dan transfer bank melalui BI FAST....

internet | 14:12 WIB

PointStar menyatakan dukungannya terhadap misi pemerintah dengan memungkinkan integrasi seluruh proses bisnis organisasi...

internet | 17:09 WIB

Grab menjadi perusahaan teknologi pertama yang menerima Sertifikat Penetapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha dari KPP...

internet | 17:15 WIB

Seminar di UI memfokuskan pada perkembangan terkini dalam ilmu data, komputasi super, AI generatif, dan etika AI....

internet | 21:26 WIB

Dalam acara ini, peserta bertukar pendapat mengenai tren saat ini dan prospek masa depan AI dalam pendidikan....

internet | 16:31 WIB

Aplikasi Merchant BCA ini didesain sebagai solusi untuk memberdayakan bisnis dari berbagai skala....

internet | 09:36 WIB

Keberadaan CCTV selama ini nyatanya tak cukup mencegah aksi kejahatan....

internet | 12:24 WIB

Berdasarkan feedback pengguna, Samsung akan menyediakan opsi dan pengalaman yang semakin ditingkatkan melalui SamsungGal...

internet | 20:46 WIB

Nuon Digital Indonesia menjajakibisnis baru dan melakukan inovasi pada produk-produk andalannya....

internet | 17:48 WIB

Perubahan nama ini merupakan langkah strategis Google untuk menggabungkan chatbot Bard dan layanan AI lainnya di bawah s...

internet | 18:15 WIB

Program AI TEACH for Indonesia merupakan program pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk mengembangkan lanskap pendi...

internet | 17:14 WIB

Pinhome mengumumkan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam pengadaan proteksi keselamatan kerja bagi seluruh Rekan...

internet | 09:56 WIB

Didukung Kominfo dan universitas-universitas setempat, kampanye ini bertujuan mengeksplorasi lanskap AI dan mendiskusika...

internet | 11:44 WIB

Di 14 kota, ribuan driver Grab bersama keluarga nonton bareng film Srimulat: Hidup Memang Komedi...

internet | 08:56 WIB

Mengakses konten Premier League melalui situs web atau perangkat streaming tidak resmi akan membuat diri mereka rentan t...

internet | 08:46 WIB

Dell Technologies menyoroti tren-tren baru yang akan membentuk industri teknologi pada tahun 2024 dan di masa depan....

internet | 12:06 WIB

Meningkatkan sistem keamanan menjadi langkah yang baik, tetapi upaya tersebut hanya menjangkau permukaan penyalahgunaan ...

internet | 07:24 WIB
Tampilkan lebih banyak