China Tuding AS Inginkan Dominasi Siber

China menuding bahwa Washington adalah ancaman terbesar bagi keamanan dunia maya global.

Cesar Uji Tawakal
Minggu, 09 April 2023 | 11:43 WIB
Ilustrasi internet di Cina.(cubot.net)

Ilustrasi internet di Cina.(cubot.net)

Hitekno.com - China telah menolak langkah AS untuk mengendalikan spyware dan menuduh Washington berusaha mempertahankan "hegemoni di dunia maya" dengan dalih palsu "keamanan nasional." 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning mengatakan perintah Gedung Putih baru-baru ini untuk menindak teknologi pengawasan tertentu tidak akan mengubah fakta bahwa Washington adalah "ancaman terbesar bagi keamanan dunia maya global."

Dilansir dari Russia Today, badan-badan AS telah menargetkan negara dan perusahaan asing "dengan dalih keamanan nasional dan hak asasi manusia tanpa bukti," klaim Ning.

Baca Juga: Microsoft Hadirkan Image Kreator Berbasis Dall-E, Kini Terintegrasi di Edge Browser?

"Pemerintah AS, dalam upaya untuk mempertahankan hegemoninya di dunia maya, dengan sengaja menyalahgunakan teknologi untuk pengawasan dunia maya dan pencurian rahasia," katanya kepada wartawan pada hari Jumat, mendesak AS untuk "menghentikan operasi peretasan globalnya."

Sementara perintah eksekutif baru presiden AS Joe Biden menyerukan untuk melarang "spyware komersial yang menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional atau telah disalahgunakan oleh aktor asing," seorang reporter pada konferensi pers mencatat langkah itu bertentangan dengan pekerjaan pemerintah sebelumnya dengan perusahaan pengawasan siber Israel NSO Group.

Menurut sebuah laporan di New York Times awal pekan ini, pemerintah AS menandatangani "kontrak rahasia" dengan perusahaan melalui perusahaan depan pada tahun 2021, yang memungkinkan para pejabat untuk menggunakan alat geolokasi 'Landmark' NSO Group untuk secara diam-diam melacak "ribuan" pengguna telepon di Meksiko.

Baca Juga: Bocoran Tablet Terbaru Samsung, Usung Chipset Mirip Galaxy A54?

Kesepakatan itu juga "memungkinkan Landmark digunakan untuk melawan nomor ponsel di Amerika Serikat," meskipun outlet tersebut mengatakan belum memiliki bukti yang telah terjadi.

Meskipun ada bahasa dalam perintah eksekutif yang mendesak agen-agen federal untuk berhenti menggunakan alat-alat yang telah "disalahgunakan" oleh pemerintah di luar negeri, kesepakatan dengan NSO Group "tampaknya masih aktif," NYT melaporkan.

Perusahaan Israel sebelumnya mendapat kecaman karena diduga bekerja dengan lebih dari selusin negara asing untuk menargetkan pengacara, jurnalis dan aktivis hak asasi manusia menggunakan program spyware 'Pegasus' yang kuat, termasuk di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Meksiko.

Baca Juga: Penjualan Semikonduktor Menurun secara Global, Apa Sebabnya?

Laporan media lain juga mengklaim FBI membeli teknologi di bawah perjanjian rahasia dan menguji cara-cara untuk meretas ponsel Amerika, meskipun masih belum jelas sejauh mana program itu dikerahkan terhadap warga AS.

 

Berita Terkait
TERKINI

Rencana Transaksi ini masih dalam tahap evaluasi awal, di mana Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi ...

internet | 10:12 WIB

Selain di Jakarta, Nobar Warga Grab tahun ini juga diadakan di Malang, Samarinda, Kediri, Gorontalo, Mataram, Pontianak,...

internet | 10:36 WIB

Dell APEX Cloud Platform for Red Hat OpenShift ini merupakan hasil kerja sama Dell dan Red Hat....

internet | 10:34 WIB

Garmin Run ini akan berlangsung pada 29 September 2024 mendatang di ICE BSD, Tangerang....

internet | 10:25 WIB

Jaringan internet yang ditawarkan HSPnet berkapasitas tinggi hingga 6 Tb/s....

internet | 10:48 WIB

Intel juga mengumumkan jajaran sistem-sistem AI baru yang skalabel dan terbuka, produk-produk generasi berikutnya dan ko...

internet | 18:50 WIB

Seluruh transaksi di acara JakCloth Ramadan 2024 akan menggunakan QRIS dan transfer bank melalui BI FAST....

internet | 14:12 WIB

PointStar menyatakan dukungannya terhadap misi pemerintah dengan memungkinkan integrasi seluruh proses bisnis organisasi...

internet | 17:09 WIB

Grab menjadi perusahaan teknologi pertama yang menerima Sertifikat Penetapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha dari KPP...

internet | 17:15 WIB

Seminar di UI memfokuskan pada perkembangan terkini dalam ilmu data, komputasi super, AI generatif, dan etika AI....

internet | 21:26 WIB

Dalam acara ini, peserta bertukar pendapat mengenai tren saat ini dan prospek masa depan AI dalam pendidikan....

internet | 16:31 WIB

Aplikasi Merchant BCA ini didesain sebagai solusi untuk memberdayakan bisnis dari berbagai skala....

internet | 09:36 WIB

Keberadaan CCTV selama ini nyatanya tak cukup mencegah aksi kejahatan....

internet | 12:24 WIB

Berdasarkan feedback pengguna, Samsung akan menyediakan opsi dan pengalaman yang semakin ditingkatkan melalui SamsungGal...

internet | 20:46 WIB

Nuon Digital Indonesia menjajakibisnis baru dan melakukan inovasi pada produk-produk andalannya....

internet | 17:48 WIB

Perubahan nama ini merupakan langkah strategis Google untuk menggabungkan chatbot Bard dan layanan AI lainnya di bawah s...

internet | 18:15 WIB

Program AI TEACH for Indonesia merupakan program pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk mengembangkan lanskap pendi...

internet | 17:14 WIB
Tampilkan lebih banyak