Kominfo Gandeng Cisco dalam Gelaran KTT G20 Hybrid

Dalam gelaranKTT G20 2022hybrid ini,Cisco akan menghadirkan kolaborasiWebex by Cisco dan konektivitas nirkabel serta kemampuan pemantauan denganMerakidanThousand Eyes.

Agung Pratnyawan
Selasa, 08 November 2022 | 17:12 WIB
Logo Cisco. (Cisco)

Logo Cisco. (Cisco)

Hitekno.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia telah menggandeng Cisco dalam gelaran KTT G20 2022 hybrid pertama yang diselenggarakan di Bali, Indonesia.

Dalam gelaran KTT G20 2022 hybrid ini, Cisco akan menghadirkan kolaborasi Webex by Cisco dan konektivitas nirkabel serta kemampuan pemantauan dengan Meraki dan Thousand Eyes untuk acara tersebut, termasuk G20 Leaders' Summit.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, "Kolaborasi yang aman dan lancar sangat penting untuk setiap acara yang diselenggarakan secara hybrid, dan terlebih lagi untuk acara seperti KTT G20. Kami yakin akan kepemimpinan Cisco dalam kolaborasi, keamanan, dan jaringan untuk memperkuat KTT G20. Rangkaian lengkap produk dan layanan Cisco tidak hanya mendukung kolaborasi tanpa batas, tetapi juga menjaga kerahasiaan interaksi para pemimpin."

Baca Juga: Transformasi Link Net ke Cisco Routed Optical Networking Telah Dimulai

Menkominfo juga menambahkan bahwa Kominfo telah memiliki sejarah yang sukses dalam bekerja sama dengan Cisco untuk berbagai pertemuan virtual G20.

Sejak Indonesia menerima mandat sebagai presiden G20 2022 pada Oktober tahun lalu, Kominfo telah menggelar ratusan high-level hybrid meetings yang didukung teknologi Cisco di berbagai tingkatan, termasuk di tingkat menteri, baik secara fisik maupun virtual.

Kominfo akan mengandalkan Webex Suite untuk memungkinkan delegasi dan peserta tetap terhubung dan terlibat dalam KTT G20 tahun ini. 

Baca Juga: Indosat Ooredoo Hadirkan Layanan 5G di Indonesia dengan SRv6 Cisco

Webex Suite merupakan rangkaian pertama di industri untuk pekerjaan hybrid yang menyediakan Cloud/Premise Calling, Messaging, Meetings, Polling, Whiteboarding, Asynchronous Video, dan Events dalam penawaran terpadu dengan keamanan tinggi. 

Menteri Johnny menekankan bahwa Webex telah terbukti memfasilitasi pertukaran informasi dan interaksi yang lancar dan aman melalui high-profile work dengan para pemimpin pemerintah dan organisasi terkemuka dengan fitur-fiturnya yang menarik dan inklusif, seperti real-time translation, AI-enhanced speech dan noise cancellation, serta real-time polling menggunakan Slido.

Cisco Indonesia Managing Director, Marina Kacaribu mengatakan, "Cisco merasa terhormat menjadi mitra teknologi untuk KTT G20. Sebagai pemimpin dalam solusi pekerjaan hybrid, kami sangat senang dapat bermitra dengan komite G20 dan kepresidenan Indonesia untuk menyediakan kolaborasi yang aman dan efisien untuk semua delegasi menteri dan perwakilan industri yang akan berpartisipasi dari seluruh dunia dalam KTT hybrid tahun ini."

Baca Juga: Indosat Ooredoo dan Cisco, Jaringan Transport dengan SRv6 dan SDN

Marina menambahkan, "Keamanan selalu menjadi inti dari apa yang kami perjuangkan sebagai perusahaan dan bagaimana kami merancang produk kami dari bawah ke atas. Sesuai dengan undang-undang dan peraturan privasi global, Webex’s built-in security, memberikan keamanan data organisasi, visibilitas kepatuhan, dan kontrol atas pertemuan mereka, memungkinkan pelanggan berkolaborasi dengan aman. Ini telah membantu kami mendapatkan kepercayaan dari banyak lembaga pemerintah di seluruh dunia termasuk Kominfo."

Cisco memiliki sejarah panjang dalam menerapkan Webex Suite untuk mendukung KTT G20. Webex pertama kali digunakan dalam forum G20 pada tahun 2020 di bawah kepresidenan Arab Saudi. Ini merupakan kali pertama G20 digelar secara virtual akibat pandemi COVID-19.

G20 merupakan forum kerja sama multilateral bagi negara-negara dan organisasi antar pemerintah dengan ekonomi paling berpengaruh di dunia. Indonesia bergabung dengan forum ini pada tahun 1999 setelah berhasil mengatasi krisis ekonomi saat itu.

Baca Juga: Tak Mau Kalah dari Zoom, Webex Kini Bisa Ganti Background

Untuk pertama kalinya, Indonesia memegang Kepresidenan G20 pada KTT G20 2022. Pertemuan tersebut akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Berita Terkait

TERKINI

Berikut ini adalah syarat dan cara yang bisa kamu lakukan untuk mendaftar Maxim Merchant terbaru 2023.
internet | 19:34 WIB
Marshall Pribadi selaku CEO dan Founder Privy menyebut bahwa pasar Australia adalah langkah penting yang menjadi pembuktian startup tersebut.
internet | 19:27 WIB
Berikut ini adalah syarat dan cara yang bisa kamu lakukan untuk daftar driver Maxim pada tahun 2023 ini.
internet | 19:22 WIB
Ada siswa yang mengaku bingung akan arah pulang karena diduga kedua orang tuanya telah berpisah.
internet | 18:45 WIB
Uniknya, pria tersebut hanya mengenakan sandal jepit dan kaos lengan pendek dengan celana cingkrang.
internet | 17:56 WIB
Berikut ini adalah beberapa cara topup Gopay terkini 2023 yang mungkin sedang kamu cari.
internet | 17:08 WIB
AI diklaim dapat mencapai target audiens dan membuat mereka agar loyal kepada sebuah brand.
internet | 16:36 WIB
Sistem teknologi AI dari Octopus diklaim menyediakan model penetapan harga yang efektif.
internet | 16:23 WIB
Bot ini diprediksi bakal susah dikalahkan oleh ChatGPT, setidaknya untuk pengguna di China.
internet | 16:15 WIB
Susul Google dan kawan-kawan, lima perusahaan ternama ini juga lakukan PHK massal di 2023.
internet | 15:07 WIB
Kejaksaan Agung RI memanggil Menkominfo dengan status saksi dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi BTS 4G.
internet | 12:11 WIB
Simak adu akting Adhisty ZaradanAngga Yunanda di film Dua Garis Biru. Tonton lewat link ini.
internet | 11:44 WIB
Cari film romantis terbaru, gunakan link nonton Ditto Subtitle Indonesia berikut ini.
internet | 11:31 WIB
WFH ditinggalakan untuk kembali ke kantor, popularitas Zoom makin turun hingga melakukan PHK massal.
internet | 10:49 WIB
CEO Open AI mengungkap beberapa saran agar calon co-founder bisa membuat startup sukses.
internet | 10:34 WIB
Ini alasan kenapa Turki menolak bantuan internet satelit Starlink dari Elon Musk.
internet | 09:28 WIB
Bisakah Uni Eropa memblokir kecerdasan buatan semacam ChatGPT?
internet | 21:20 WIB
Kecerdasan buatan bisa menjadi pisau bermata dua bagi umat manusia, begini kata Julian Hill.
internet | 21:00 WIB
Tampilkan lebih banyak