Pegawai Perusahaan Kripto Ini Ungkap Kedok Aksi Hacker Plat Merah, Duitnya Diduga Dipakai Riset Senjata Nuklir

Ia mengungkap pelamar kerja aneh yang diduga terlibat dengan aksi peretasan.


Posted: Senin, 10 Oktober 2022 | 14:56 WIB
Pegawai Perusahaan Kripto Ini Ungkap Kedok Aksi Hacker Plat Merah, Duitnya Diduga Dipakai Riset Senjata Nuklir

Pegawai Perusahaan Kripto Ini Ungkap Kedok Aksi Hacker Plat Merah, Duitnya Diduga Dipakai Riset Senjata Nuklir

hitekno.com - Maraknya beragam jenis investasi, mencakup cryptocurrency kini menjadi lahan yang kerap diincar oleh pelaku kejahatan melalui jalur peretasan.

Bahkan komplotan peretas ini ada yang terafiliasi dengan lembaga negara, alias plat merah. Setidaknya itulah yang diungkap oleh Elliott Garlock seperti dilansir dari Cnet.

Ia mengatakan bahwa para pelaku bisa saja menyamar sebagai pelamar kerja. Itu adalah wawancara kerja yang mencengangkan bagi perekrut, Elliott Garlock.

Saat menyaring calon insinyur untuk sebuah perusahaan kripto pada bulan Februari, Garlock bertemu dengan satu pelamar yang mencurigakan.

Orang yang diwawancarai bergabung dengan wawancara Zoom dengan kameranya mati. Ada obrolan terus-menerus di latar belakang, seperti seolah dia sedang terjebak di sebuah ruangan kecil yang penuh sesak.

Dia mengaku berasal dari San Francisco tetapi, ketika dicecar pertanyaan, mereka tidak dapat menunjukkan lokasinya lebih presisi.

Ilustrasi nuklir. (Pixabay)
Ilustrasi nuklir. (Pixabay)

Itu adalah wawancara yang aneh dan tidak produktif. Yang terburuk dari semuanya, itu adalah yang pertama dari banyak orang.

Garlock, pendiri perusahaan perekrutan Stella Talent Partners, segera bertemu dengan kandidat lain yang hampir identik dalam wawancara kerja daring tersebut.

"Saya kesal setelah beberapa saat, karena itu benar-benar buang-buang waktu," kata Garlock.

"Saya awalnya mengira penipuan itu adalah bahwa mereka berada di luar negeri, mencoba memanfaatkan pekerjaan jarak jauh untuk mendapatkan gaji karena tidak bekerja."

Baca Juga: Manfaatkan Teknologi, Fairatmos Sasar Demokratisasi Akses Pasar Karbon

Sekarang ada hipotesis baru. Orang-orang yang diwawancarai untuk pekerjaan adalah orang Korea Utara yang mencoba menyedot uang ke negara musuh Korea Selatan tersebut.

Setidaknya begitulah  peringatan dari FBI dan Departemen Keuangan, yang telah memperingatkan tentang meningkatnya risiko Korea Utara terhadap industri cryptocurrency.

Bahaya serupa sudah ditunjukkan oleh satu peretasan bencana pada bulan Maret. Lazarus Group, pakaian peretasan yang terkait dengan pemerintah Korea Utara.

Sekitar sepertiga dari penjarahan kripto Korea Utara masuk ke dalam program senjatanya, termasuk senjata nuklir, menurut perkiraan Anne Neuberger, seorang wakil penasihat keamanan nasional di pemerintahan Biden.

 

Untuk informasi terkini seputar dunia teknologi, sains dan anime, jangan lupa untuk subscribe halaman Facebook kami di sini.

×
Zoomed
Berita Terkini

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB

Transformasi digital di Asia jadikan identitas digital sebagai infrastruktur vital. Simak pentingnya sistem akses terint...

internet | 15:23 WIB

Video buram, kusam dan kurang oke? AI yang satu ini bisa jadi solusi mujarab....

internet | 16:34 WIB