Internet

Jadi Maskot Peretas, Ternyata Ini Fakta Kelam di Balik Topeng Hacker Anonymous Guy Fawkes

Topeng ini kerap diidentikan dengan hacker, di baliknya terdapat sejarah kelam.

Cesar Uji Tawakal

Ilustrasi Topeng Hacker Guy Fawkes. (Pexels)
Ilustrasi Topeng Hacker Guy Fawkes. (Pexels)

Hitekno.com - Maraknya aksi peretasan yang terjadi baru-baru ini oleh Bjorka membuat publik heboh. Namun ada fenomena aneh di mana tak sedikit juga yang sependapat dengan para peretas tersebut.

Selain itu, terdapat fakta unik tentang hacker, di mana mereka kerap disimbolkan dengan topeng anonymous khas.

Topeng ini tenar, salah satunya akibat tampilnya topeng tersebut di film V for Vendetta.

Sebagai informasi, topeng hacker ini disebut sebagai Guy Fawkes Mask. Tak cuma sekadar topeng, rupanya ada sejarah dibaliknya.

Berikut sejarah sosok yang diabadikan menjadi topeng hacker tersebut.

Siapakah Guy Fawkes?

Ilustrasi Topeng Hacker Guy Fawkes. (Pexels)
Ilustrasi Topeng Hacker Guy Fawkes. (Pexels)

Dikutip dari Britannica, topeng ini merujuk pada seseorang bernama Guy Fawkes, yang lahir pada tahun 1570 di York, Inggris. Ia meninggal 31 Januari 1606 di London).

Ia merupakan tentara Inggris dan menjadi sosok paling terkenal dalam konspirasi "Plot Bubuk Mesiu".

Para konspirator ini bertujuan untuk meledakkan istana di Westminster, sebagai pembalasan atas meningkatnya penindasan terhadap umat minoritas di sana oleh penguasa.

Namun aksi tersebut gagal. Para komplotan menyewa ruang bawah tanah yang membentang di bawah istana, dan Fawkes menanam 36 barel bubuk mesiu di sana dan menyamarkannya.

Namun aksi tersebut gagal, Fawkes ditangkap di tengah malam 4-5 November 1605. Ia pun diadili dan divonis bersalah pada 27 Januari 1606.

Fawkes akan dieksekusi di seberang gedung Parlemen, tetapi ia jatuh atau melompat dari tangga tiang gantungan dan meninggal. Walau sudah tak bernyawa, Fawkes tetap saja dieksekusi secara sadis.

Aksinya diperingati sebagai Guy Fawkes Day, juga disebut Bonfire Night, perayaan Inggris, dirayakan pada 5 November, memperingati kegagalan Plot Mesiu tahun 1605.

Konspirasi Plot Mesiu (Gunpowder Plot)

Ilustrasi Topeng Hacker Guy Fawkes. (Pexels)
Ilustrasi Topeng Hacker Guy Fawkes. (Pexels)

Konspirator Plot Mesiu, yang dipimpin oleh Robert Catesby, adalah orang yang marah pada Raja James I karena menolak untuk memberikan toleransi beragama yang lebih besar kepada umat tertentu.

Mereka berencana untuk meledakkan Gedung Parlemen (Istana Westminster) selama pembukaan Parlemen negara bagian, berniat untuk membunuh raja dan anggota Parlemen untuk membuka jalan untuk membangun kembali pemerintahan Inggris.

Rencana itu gagal ketika para konspirator dikhianati. Salah satu yang kena apes adalah Guy Fawkes, ditahan pada malam sebelum serangan, di ruang bawah tanah tempat bahan peledak yang akan digunakan disimpan.

Para konspirator lainnya semuanya terbunuh melawan penangkapan atau seperti Fawkes, diadili, dihukum, dan dieksekusi.

Setelahnya, Parlemen menyatakan 5 November sebagai hari raya pada tahun 1606.

Hari ini Guy Fawkes Day dirayakan di Inggris, dan di sejumlah negara yang sebelumnya merupakan bagian dari Kerajaan Inggris, dengan parade, kembang api, api unggun, dan makanan.

Berita Terkait