Mengenal Sistem Kerja 996, Diklaim Jadi Kunci Sukses Startup China

Sistem kerja 996 ini diklaim jadi salah satu kunci sukses Alibaba, JD.com, Tencent, dan sederet startup China.

Agung Pratnyawan
Selasa, 05 Januari 2021 | 14:24 WIB
Ilustrasi pekerja kantoran. (Pixabay)

Ilustrasi pekerja kantoran. (Pixabay)

Hitekno.com - Sistem kerja 996 populer diterapkan bahkan disebut telah menjadi budaya perusahaan startup di China. Bahkan jadi kunci sukses berbagai perusahaan internet di negara tersebut bisa sebesar sekarang.

Lalu apa itu sebenarnya 996 working hour system atau sistem waktu kerja 996 ini? Yakni jadwal kerja yang diterapkan meminta karyawan untuk bekerja dari jam kerja 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari seminggu.

Dengan kata lain, sistem kerja 996 ini membuat karyawan jadi kerja 72 jam dalam seminggu. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan di luar China yang menerapkan 40 jam perjam seminggu.

Baca Juga: Kolaborasi Startup, Plastic Reborn 2.0 Tingkatkan Duar Ulang Sampah Plastik

Seperti dalam laporan Rebecca Fannin yang dimuat Forbes, kenapa startup China melakukan hal ini karena adanya kesenjangan ekonomi antara China dengan Amerika Serikat yang menuntut mereka kerja keras.

Semangat menyusul ketinggalan dari Barat ini memicu China untuk kerja keras di berbagai sektor. Termasuk startup di pusat inovasi China, seperti Beijing, Shanghai, dan Shenzhen tak sulit menemukan yang bekerja 12 jam sehari.

Memang ada anggapan jika terlalu banyak waktu kerja, bisa menghancurkan kreativitas. Istirahat dan mengambil libur ke luar bisa membuahkan hasil yang lebih baik. Play Hard, Workd Hard - tubuh yang sehat bakal lebih produktif.

Baca Juga: Kemenparekraf Lanjutkan BEKUP, Targetkan Banyak Startup Baru di Indonesia

Generasi muda di China terutama milenial memang menaruh perhatian khusus pada gaya hidup sehat, olah raga, gym, dan konsumsi makanan sehat. Namun bukan berarti sistem kerja 996 ditinggalkan.

Ilustrasi lelah bekerja. (Pixabay)
Ilustrasi lelah bekerja. (Pixabay)

"China terlalu termotivasi untuk sukses, Ekonomi teknologi tumbuh cepat, kompetisi terlalu brutal dan peluang di China terlalu besar untuk disia-siakan dengan cara bermalas-malasan," ungkap Rebecca Fannin.

Sistem kerja 996 ini sendiri juga mendapatkan dukungan dari para tokoh ternama yang sukses membangun perusahaan startup di China. Sebut saja Robin Li dari Baidu, Jack Ma dari Alibaba dan Pony Ma dari Tencent.

Baca Juga: Startup Airy Dikabarkan Tumbang karena Pandemi COVID-19

Ketiganya memotivasi generasi baru untuk mengikuti jejak mereka kerja keras hingga akhirnya menjadi miliarder. Sehingga sistem kerja 996 masih terus menjadi budaya perusahaan startup di China.

Meski jadi salah satu kunci sukses startup dan raksas teknologi China, bukan berarti tidak mendapatkan tantangan. Terutama dari generasi muda yang lebih perhatian pada kesehatan dan hak-hak mereka.

Termasuk munculnya kampanye 996.icu dari GitHub yang membuat kritikan kalau jam kerja yang berlebihan, bisa membuat seorang karywan masuk ke ICU. Diskusi pun mulai bermunculan dari kampanye tersebut.

Baca Juga: Startup Ini Kembangkan Lensa Kontak dengan Teknologi AR

Dalam laporan China Briefing, media milik pemerintah China, People Daily bahkan menyatakan "Karyawan yang keberatan dengan 996 tidak dapat dicap sebagai 'pemalas' atau 'bukan pejuang'. Kebutuhan nyata mereka harus dipertimbangkan"

Itulah sistem kerja 996, budaya kerja keras bahkan super keras yang banyak digunakan startup China. Meski sukses mendorong pertumbuhan perusahaan, bukan berarti tidak ada tentangan.

Berita Terkait
TERKINI

Jaringan internet yang ditawarkan HSPnet berkapasitas tinggi hingga 6 Tb/s....

internet | 10:48 WIB

Intel juga mengumumkan jajaran sistem-sistem AI baru yang skalabel dan terbuka, produk-produk generasi berikutnya dan ko...

internet | 18:50 WIB

Seluruh transaksi di acara JakCloth Ramadan 2024 akan menggunakan QRIS dan transfer bank melalui BI FAST....

internet | 14:12 WIB

PointStar menyatakan dukungannya terhadap misi pemerintah dengan memungkinkan integrasi seluruh proses bisnis organisasi...

internet | 17:09 WIB

Grab menjadi perusahaan teknologi pertama yang menerima Sertifikat Penetapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha dari KPP...

internet | 17:15 WIB

Seminar di UI memfokuskan pada perkembangan terkini dalam ilmu data, komputasi super, AI generatif, dan etika AI....

internet | 21:26 WIB

Dalam acara ini, peserta bertukar pendapat mengenai tren saat ini dan prospek masa depan AI dalam pendidikan....

internet | 16:31 WIB

Aplikasi Merchant BCA ini didesain sebagai solusi untuk memberdayakan bisnis dari berbagai skala....

internet | 09:36 WIB

Keberadaan CCTV selama ini nyatanya tak cukup mencegah aksi kejahatan....

internet | 12:24 WIB

Berdasarkan feedback pengguna, Samsung akan menyediakan opsi dan pengalaman yang semakin ditingkatkan melalui SamsungGal...

internet | 20:46 WIB

Nuon Digital Indonesia menjajakibisnis baru dan melakukan inovasi pada produk-produk andalannya....

internet | 17:48 WIB

Perubahan nama ini merupakan langkah strategis Google untuk menggabungkan chatbot Bard dan layanan AI lainnya di bawah s...

internet | 18:15 WIB

Program AI TEACH for Indonesia merupakan program pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk mengembangkan lanskap pendi...

internet | 17:14 WIB

Pinhome mengumumkan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam pengadaan proteksi keselamatan kerja bagi seluruh Rekan...

internet | 09:56 WIB

Didukung Kominfo dan universitas-universitas setempat, kampanye ini bertujuan mengeksplorasi lanskap AI dan mendiskusika...

internet | 11:44 WIB

Di 14 kota, ribuan driver Grab bersama keluarga nonton bareng film Srimulat: Hidup Memang Komedi...

internet | 08:56 WIB

Mengakses konten Premier League melalui situs web atau perangkat streaming tidak resmi akan membuat diri mereka rentan t...

internet | 08:46 WIB
Tampilkan lebih banyak