Twitter Siap Suspend Akun yang Berharap Kematian Donald Trump

Kabar Presiden Donald Trump yang terinfeksi virus Corona (Covid-19) menggemparkan dunia dan dunia maya.

Dinar Surya Oktarini

Posted: Minggu, 04 Oktober 2020 | 06:00 WIB
Ilustrasi Twitter. (Unsplash/Sara Kurfeß)

Ilustrasi Twitter. (Unsplash/Sara Kurfeß)

Hitekno.com - Belum lama ini terdengar kabar terkait Presiden Donald Trump yerinfeksi virus Corona menggemparkann dunia dan dunia maya. 

Meski banyak pihak yang mengharapkan kesembuhannya, tapi tak sedikit mengharapkan kematian Presiden Amerika Serikat tersebut, melalui cuitan di Twitter secara terbuka.

Namun, hal itu melanggar aturan Twitter dan perusahaan jejaring sosial tersebut memberi tahu publik bahwa pihaknya akan menangguhkan akun-akun (suspend) yang mengharapkan kematian Trump, meskipun tidak ada kejelasan seberapa sering dapat melakukan penangguhan akun.

Contohnya seperti cuitan baru-baru ini untuk tweet asli Trump yang secara implisit mengharapkan kematiannya.

"Saya harap Anda juga membuat 'pengorbanan' seperti yang dimiliki orang lain," tulis akun @OneVoic09474519.

Postingan Twitter soal ancaman pembekukan akun buat mereka yang menginginkan kematian Trump. [Twitter]
Postingan Twitter soal ancaman pembekukan akun buat mereka yang menginginkan kematian Trump. [Twitter]

Namun Twitter memberi tahu bahwa itu tidak akan berlaku untuk setiap cuitan. Pihaknya memprioritaskan penghapusan konten jika ada ajakan bertindak yang jelas dan berpotensi menyebabkan bahaya di dunia nyata.

"Cuitan yang menginginkan atau mengharapkan kematian, cedera tubuh yang serius, atau penyakit fatal terhadap siapa pun tidak diperbolehkan dan harus dihapus. Ini tidak secara otomatis berarti penangguhan," cuit akun resmi @TwitterComms pada 3 Oktober 2020.

Dilansir dari The Verge, Sabtu (3/10/2020), aturan sebenarna yang berlaku di bawah kebijakan Perilaku yang Menyesatkan di Twitter pun cukup jelas.

"Kami tidak mentolerir konten yang menginginkan, mengharapkan, atau mengungkapkan keinginan untuk mati, cedera tubuh yang serius, atau penyakit yang fatal terhadap individu atau sekelompok orang," tulis Twitter dalam kebijakannya.

Ini termasuk berharap seseorang meninggal akibat penyakit serius seperti "Saya harap kamu terkena kanker dan mati", menginginkan seseorang menjadi korban kecelakaan yang serius seperti "Saya berharap kamu akan ditabrak mobil saat kamu membuka mulut".

Baca Juga: Pembuka Hari Kedua Week 8 MPL Season 6, Alter Ego Masih Sulit Ditaklukan

Begitu juga dengan mengatakan bahwa sekelompok individu pantas mendapatkan cedera fisik yang serius seperti "Jika kelompok pengunjuk rasa ini tidak tutup mulut, mereka pantas untuk ditembak".

Kini Presiden Trump sedang berada di Pusat Medis Walter Reed untuk pengujian dan perawatan. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Pilih digital marketing agency terbaik 2026: 1. Arfadia (GEO Pioneer), 2. MEA Digital Marketing (Social Commerce), 3. Ca...

internet | 16:40 WIB

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 2324 Desember 2025....

internet | 14:44 WIB

Rencana pemerintah memberlakukan registrasi kartu SIM berbasis teknologi biometrik pengenalan wajah kembali memicu perde...

internet | 19:00 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik pengenalan wajah untuk pelanggan baru mulai 1 Janu...

internet | 16:45 WIB

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB