Zuckerberg Peringatkan Negara Barat, Regulasi Internet China "Berbahaya"!

Zuckerberg meminta negara Barat harus melawan pendekatan China dengan alternatif yang lebih demokratis.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
Rabu, 20 Mei 2020 | 18:00 WIB
Mark Zuckerberg. (Newsroom Facebook)

Mark Zuckerberg. (Newsroom Facebook)

Hitekno.com - CEO Facebook, Mark Zuckerberg baru saja memberi peringatan kepada negara-negara Barat mengenai model regulasi internet di China yang dia beri label sebagai "sangat berbahaya".

Pada hari Senin (17/05/2020), pendiri Facebook ini khawatir tentang negara-negara lain yang ingin meniru model China dalam mengatur layanan internetnya.

Dalam diskusi langsung dengan pejabat Uni Eropa, Thierry Breton, CEO Facebook menjelaskan bahwa regulasi di China sangat berbeda dengan negara Barat.

Baca Juga: Akur, Mark Zuckerberg Bantu Bill Gates Temukan Vaksin Virus Corona COVID-19

"Saya pikir ada dua kerangka kerja yang sangat berbeda yang ditopang oleh serangkaian nilai berbeda pula. Terus terang saja, saya pikir ada model yang keluar dari negara-negara seperti China yang cenderung memiliki nilai yang sangat berbeda dari negara-negara Barat yang lebih demokratis," kata Zuckerberg dikutip dari CNBC.

Dia mengatakan bahwa negara-negara Barat harus melawan pendekatan China dengan alternatif yang lebih demokratis.

Mark Zuckerberg bersama istri Priscilla Chan. (Instagram/@zuck)
Mark Zuckerberg bersama istri Priscilla Chan. (Instagram/@zuck)

Zuckerberg memuji perbaikan undang-undang privasi 2018 di Brussels, di mana ia mengklaim reformasi telah mendorong Facebook untuk mengubah pendekatannya terhadap privasi data di seluruh dunia.

Baca Juga: Bos Facebook, Mark Zuckerberg Tercyduk Belanja di Tempat Diskonan

Breton dan Zuckerberg membahas segala hal mulai dari bagaimana platform sosial menangani informasi yang salah hingga tata kelola dalam diskusi.

Ini bukan pertama kalinya bilioner Facebook ini memperingatkan sesuatu tentang China.

Sebelumnya ia menyerukan platform video milik China, TikTok, karena penyensoran dan mengklaim aplikasi tersebut hanya menyebutkan sebatas protes yang meletus di Hong Kong tahun lalu.

Baca Juga: Ini Alasan Mark Zuckerberg Disebut Orang Paling Berbahaya di Dunia

Ilustrasi Facebook. (Pixabay/Simon)
Ilustrasi Facebook. (Pixabay/Simon)

"Saya khawatir tentang model seperti itu menyebar ke negara lain. Saya pikir penangkal terbaik untuk itu adalah memiliki kerangka kerja yang jelas yang keluar dari negara-negara demokrasi Barat dan nantinya bisa menjadi standar di seluruh dunia," tambah Zuckerberg.

CEO Facebook tersebut menyebutkan bahwa pembatasan dan penyensoran melalui regulasi internet di negara tersebut merupakan hal yang berbahaya.

Ia berharap bahwa negara lain di seluruh dunia agar lebih condong mengikuti aturan internet di negara Barat sementara ia juga mendesak negara-negara Barat juga harus melawan pendekatan yang dilakukan China soal regulasi internetnya.

Baca Juga: Tantang Mark Zuckerberg Lomba, Susi Pudjiastuti Minta Hadiah Fantastis Ini

Zuckerberg juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja keras dalam mendeteksi misinformasi atau kabar hoaks dan melabeli postingan dengan peringatan bahwa konten tersebut salah.

Berita Terkait
TERKINI

Apa saja yang baru dalam update WhatsApp ini?...

internet | 10:10 WIB

Rencana Transaksi ini masih dalam tahap evaluasi awal, di mana Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi ...

internet | 10:12 WIB

Selain di Jakarta, Nobar Warga Grab tahun ini juga diadakan di Malang, Samarinda, Kediri, Gorontalo, Mataram, Pontianak,...

internet | 10:36 WIB

Dell APEX Cloud Platform for Red Hat OpenShift ini merupakan hasil kerja sama Dell dan Red Hat....

internet | 10:34 WIB

Garmin Run ini akan berlangsung pada 29 September 2024 mendatang di ICE BSD, Tangerang....

internet | 10:25 WIB

Jaringan internet yang ditawarkan HSPnet berkapasitas tinggi hingga 6 Tb/s....

internet | 10:48 WIB

Intel juga mengumumkan jajaran sistem-sistem AI baru yang skalabel dan terbuka, produk-produk generasi berikutnya dan ko...

internet | 18:50 WIB

Seluruh transaksi di acara JakCloth Ramadan 2024 akan menggunakan QRIS dan transfer bank melalui BI FAST....

internet | 14:12 WIB

PointStar menyatakan dukungannya terhadap misi pemerintah dengan memungkinkan integrasi seluruh proses bisnis organisasi...

internet | 17:09 WIB

Grab menjadi perusahaan teknologi pertama yang menerima Sertifikat Penetapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha dari KPP...

internet | 17:15 WIB

Seminar di UI memfokuskan pada perkembangan terkini dalam ilmu data, komputasi super, AI generatif, dan etika AI....

internet | 21:26 WIB

Dalam acara ini, peserta bertukar pendapat mengenai tren saat ini dan prospek masa depan AI dalam pendidikan....

internet | 16:31 WIB

Aplikasi Merchant BCA ini didesain sebagai solusi untuk memberdayakan bisnis dari berbagai skala....

internet | 09:36 WIB

Keberadaan CCTV selama ini nyatanya tak cukup mencegah aksi kejahatan....

internet | 12:24 WIB

Berdasarkan feedback pengguna, Samsung akan menyediakan opsi dan pengalaman yang semakin ditingkatkan melalui SamsungGal...

internet | 20:46 WIB

Nuon Digital Indonesia menjajakibisnis baru dan melakukan inovasi pada produk-produk andalannya....

internet | 17:48 WIB

Perubahan nama ini merupakan langkah strategis Google untuk menggabungkan chatbot Bard dan layanan AI lainnya di bawah s...

internet | 18:15 WIB
Tampilkan lebih banyak