CEK FAKTA: Benarkah Ini Alat Buatan Komunis China untuk Bunuh Ulama?

Beredar kabar thermometer gun palsu yang dijual di pasaran adalah konspirasi negara China untuk membunuh ulama.

Agung Pratnyawan
Minggu, 19 April 2020 | 06:30 WIB
CEK FAKTA, thermometer gun palsu. (Turnbackhoax.id).)

CEK FAKTA, thermometer gun palsu. (Turnbackhoax.id).)

Hitekno.com - Beredar sebuah postingan media sosial yang mengklaim adanya thermometer gun palsu yang sengaja didesain negara China untuk membunuh ulama.

Seorang pengguna Facebook bernama Sayuti Ibrahim menyebarkan kabar mengnai thermometer gun palsu tersebut lewat media sosial.

Dalam postingannya, Ia mengatakan jika alat tersebut adalah bagian dari konspirasi yang diciptakan oleh negara komunis China. 

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Garam Dapur Bisa Melawan Virus Corona?

"Waspadalah! Hati-hati alat ini sudah di setting suhu 36-37 derajat celcius oleh komunis Cina untuk membunuh para ulama-ulama kita," demikian judul video yang ia bagikan lewat Facebook.

Namun, apakah hal tersebut benar? Apakah alat pemindai suhu tubuh itu memang sengaja didesain oleh produsen dari China untuk membunuh ulama?

CEK FAKTA, Thermometer Gun Palsu (Turnbackhoax.id).
CEK FAKTA, Thermometer Gun Palsu (Turnbackhoax.id).

PENJELASAN

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ariel Noah Jadi Relawan Medis Ikut Tangani Corona?

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran Turnbackhox.id -- jaringan Suara.com klaim di atas adalah klaim yang keliru.

Pasalnya, setelah ditelusuri, video thermoter gun palsu itu pertama kali diunggah oleh situs asal Thailand bernama Phuketandamannews pada tanggal 04 April 2020.

Dalam unggahan tersebut tertulis bahwa termometer tembak itu memang palsu dan tidak dapat mengecek suhu di atas 37 derajat celcius.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ini Hukuman pada Anak yang Langgar PSBB?

Thermometer Gun Palsu (Turnbackhoax.id).
CEK FAKTA, Thermometer Gun Palsu (Turnbackhoax.id).

"Selama pandemi COVID-19, produk yang banyak diminati adalah pengukur demam. Tapi jarang yang mengetahui bahwa ada barang palsu yang dijual. Hati-hati," demikian tulis laman situs tersebut dalam bahasa Thailand.

Selain itu, dilihat dari kemasannya, alat itu diproduksi oleh Heaco, sebuah perusahaan pembuat termometer tembak dari Ukraina. Nama perusahaannya Heaco Medical ology.

Namun, saat dicek lagi ternyata nomor seri alat yang ada di video tidak berhasil ditemukan sehingga dapat dipastikan produk tersebut bukan barang resmi dari Heaco, meskipun kemasannya mencatut nama perusahaan itu.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah China Sebut Indonesia Terbaik dalam Kendalikan Corona?

KESIMPULAN

Dari penelusuran di atas maka jelas bahwa tidak benar jika alat tersebut sengaja didesain untuk membunuh ulama. Benar bahwa alat itu merupakan barang palsu namun tidak benar jika alat tersebut sengaja dibuat untuk menyakiti ataupun membunuh ulama di Indonesia.

Itulah hasil cek fakta pada postingan thermometer gun palsu yang diklaim didesain China untuk membunuh ulama, yang ternyat tidak benar. Barang tersebut memang benar palsu, namun tidak ditujukan untuk membunuh ulama di Indonesia. (Suara.com/ Ruhaeni Intan).

Berita Terkait
TERKINI

Rencana Transaksi ini masih dalam tahap evaluasi awal, di mana Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi ...

internet | 10:12 WIB

Selain di Jakarta, Nobar Warga Grab tahun ini juga diadakan di Malang, Samarinda, Kediri, Gorontalo, Mataram, Pontianak,...

internet | 10:36 WIB

Dell APEX Cloud Platform for Red Hat OpenShift ini merupakan hasil kerja sama Dell dan Red Hat....

internet | 10:34 WIB

Garmin Run ini akan berlangsung pada 29 September 2024 mendatang di ICE BSD, Tangerang....

internet | 10:25 WIB

Jaringan internet yang ditawarkan HSPnet berkapasitas tinggi hingga 6 Tb/s....

internet | 10:48 WIB

Intel juga mengumumkan jajaran sistem-sistem AI baru yang skalabel dan terbuka, produk-produk generasi berikutnya dan ko...

internet | 18:50 WIB

Seluruh transaksi di acara JakCloth Ramadan 2024 akan menggunakan QRIS dan transfer bank melalui BI FAST....

internet | 14:12 WIB

PointStar menyatakan dukungannya terhadap misi pemerintah dengan memungkinkan integrasi seluruh proses bisnis organisasi...

internet | 17:09 WIB

Grab menjadi perusahaan teknologi pertama yang menerima Sertifikat Penetapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha dari KPP...

internet | 17:15 WIB

Seminar di UI memfokuskan pada perkembangan terkini dalam ilmu data, komputasi super, AI generatif, dan etika AI....

internet | 21:26 WIB

Dalam acara ini, peserta bertukar pendapat mengenai tren saat ini dan prospek masa depan AI dalam pendidikan....

internet | 16:31 WIB

Aplikasi Merchant BCA ini didesain sebagai solusi untuk memberdayakan bisnis dari berbagai skala....

internet | 09:36 WIB

Keberadaan CCTV selama ini nyatanya tak cukup mencegah aksi kejahatan....

internet | 12:24 WIB

Berdasarkan feedback pengguna, Samsung akan menyediakan opsi dan pengalaman yang semakin ditingkatkan melalui SamsungGal...

internet | 20:46 WIB

Nuon Digital Indonesia menjajakibisnis baru dan melakukan inovasi pada produk-produk andalannya....

internet | 17:48 WIB

Perubahan nama ini merupakan langkah strategis Google untuk menggabungkan chatbot Bard dan layanan AI lainnya di bawah s...

internet | 18:15 WIB

Program AI TEACH for Indonesia merupakan program pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk mengembangkan lanskap pendi...

internet | 17:14 WIB
Tampilkan lebih banyak