Internet

Social Distancing, Layanan Belajar dan Game Online Alami Lonjakan Trafik

Layanan belajar dan game online menjadi layanan yang mengalami pelonjakan paling tinggi.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi bekerj dan belajar dari rumah. (PIxabay/stokpic)
Ilustrasi bekerj dan belajar dari rumah. (PIxabay/stokpic)

Hitekno.com - Usai kebijakan Presiden Joko Widodo untuk membatasi aktivitas di luar rumah seperti belajar dan bekerja dari rumah. Terkait hal itu, kini banyak sekolah dan perusahaan menerapkan himbauan tersebut dan menerapkan belajar online serta bekerja via online untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19.

Hal ini membuat para siswa dan pekerja akan semakin aktif menggunakan akses internet selama masa karantina tersebut.

Sejumlah operator telekomunikasi mengaku sudah siap dengan lonjakan trafik yang terjadi jika kebijakan ini terus diterapkan di seluruh Indonesia selama wabah virus corona ini berlanjut.

Seperti dilansir dari siaran pers, Telkomsel telah menyiagakan jaringan untuk mengantisipasi lonjakan trafik layanan seiring tingginya potensi penggunaan layanan data oleh masyarakat di sejumlah wilayah sebagai dampak diberlakukannya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah oleh sejumlah perusahaan dan sekolah. Pengamanan jaringan terutama difokuskan di wilayah residensial dan juga titik posko penanggulangan COVID-19 seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan terkait.

Ilustrasi belajar dan bekerja dari rumah. (Telkomsel)
Ilustrasi belajar dan bekerja dari rumah. (Telkomsel)

 

Tak hanya Telkomsel, XL Axiata juga telah menyiapkan jaringan yang memadai di semua wilayah layanan, termasuk menyiagakan tim jaringan selama 24 jam sehari. Selain itu, jika memang terjadi peningkatan trafik yang signifikan, XL Axiata juga siap meningkatkan kapasitas jaringan.

Begitu pula dengan Indosat Ooredoo yang telah menyiapkan berbagai program untuk menanggulangi kebijakan pemerintah untuk belajar dan bekerja di rumah ini.

Sementara itu Smartfren, juga telah mengantisipasi adanya lonjakan trafik pengguna internet untuk belajar dan kerja dari rumah. Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren menyampaikan kalau sudah ada lonjakan trafik sejak Februari 2020 kemarin.

Dari data yang diperoleh HiTekno.com dengan sejumlah operator, sejumlah operator telah siap dengan lonjakan trafik, karena kegiatan sekolah dan bekerja berpindah menjadi online.

Sejak diberlakukan kebijakan ini salah satu operator Telkomsel mengaku mengalami pelonjakan trafik di beberapa layanan berbasis digital.

Ilustrasi mengetik di laptop, (Pixabay/picjumbo_com)
Ilustrasi mengetik di laptop, (Pixabay/picjumbo_com)

 

Dari data yang diperoleh, sebanyak 5 persen layanan komunikasi payload layanan berbasis data dan digital naik hingga 5 persen dibanding periode sebelumnya.

Tak hanya itu, Telkomsel juga mencatat trafik layanan sistem berlajar berbasis e-learning mencapai 236 persen, sedangkan komunikasi pesan instan meningkat sebesar 19 persen.

Sementara itu, sebesar 13 persen layanan game online melonjak, bahkan sistem layanan aplikasi berbasis cloud storage meningkta hinga 10,4 persen.

Peningkatan juga terjadi pada layanan content provider sebanyak 8,2 persen, layanan digital advertising 7,5 persen, video streaming sebesar 7,3 persen dan browsing meningkat sebanyak 5,2 persen.

Telkomsel juga mencatat trafik wilayah pengguna Telkomsel juga mengalami pelonjakan antara lain yaitu regional Jawa Barat sebesar 7,9 persen, Jawa Tengah 6,9 persen, Jawa Timur 5 persen, Sumateran Bagian Tengah 4,7 persen dan Sumatera Bagian Selatan 4,2 persen.

Pelonjakan ini lantas menjadi perhatian bagi layanan operator untuk tetap bisa memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya.

Ilustrasi bermain game. (HiTekno.com/Dinar Surya Oktarini)
Ilustrasi bermain game. (HiTekno.com/Dinar Surya Oktarini)

 

Sejumlah operator di Indonesia juga mendukung kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona ini dengan mengeluarkan paket-paket khusus maupun program khusus agar aktivitas tetap bisa terjaga di dalam rumah dan mengurangi bertemu dengan banyak orang.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Berita Terkait