Internet

Lepas Istri Pergi Rawat Pasien Virus Corona, Suami Menangis Histeris

Pria itu menangis histeris sambil berteriak "Wang Yuehua, aku mencintaimu, aku mencintaimu!" saat bus berangkat.

Agung Pratnyawan | Husna Rahmayunita

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

Hitekno.com - Virus corona telah merebak dan membuat geger warga Wuhan, China. Ratusan tenaga medis pun dikirimkan untuk membatu penanganan di wilayah tersebut.

Xu Guoliang, seorang ahli bedah di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Henan, China tak bisa membendung kesedihannya ketika melepas istrinya, Wang Yuehua bertugas membantu pasien virus corona.

Wang Yuehua yang bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Huaihe terpilih menjadi salah satu relawan yang dikirim ke Wuhan, pusat penyebaran virus corona.

Wanita itu bersama relawan lainnya berangkat ke Wuhan menaiki bus pada Sabtu (26/1/2020) pagi.

Keberangkatan Wang pun disambut emosional oleh Xu yang mengantarnya. Pria itu menangis histeris sambil berteriak "Wang Yuehua, aku mencintaimu, aku mencintaimu!" saat bus berangkat.

Momen mengharukan Xu tersebut terekam kamera dan videonya viral di media China. Xu tak kuasa menahan kesedihannya ditinggal sang istri bertugas hingga membuat beberapa orang berusaha menghiburnya.

Disadur dari laman World of Buzz, Rabu (29/1), Xu mengatakan sebagai staf medis, ia tahu istrinya berpengalaman. Namun sebagai seorang suami, dia khawatir dengan keselamatan wanita yang telah dinikahinya selam 10 tahun itu.

Pria menangis antarkan istrinya jadi perawat pasien virus corona. (Pear video)
Pria menangis antarkan istrinya jadi perawat pasien virus corona. (Pear video)

 

Beberapa waktu lalu, tanpa sepengetahuannya, Wang mendaftarkan diri sebagai perawat pasien virus corona di Wuhan. Wanita itu sengaja tidak memberi tahu suaminya karena takut dilarang.

Wang sendiri sudah berpengalaman lebih dari delapan tahun di departemen pernapasan dan kini ia ingin memberi bantuan kepada para pasien.

Sementara itu, Xu mengaku dirinya tak berani memberitahu pihak keluarga kalau Wang pergi ke Wuhan dan selalu beralasan bila mereka kerja lembur. Anak mereka pun sengaja dititipkan ke orangtua Xu.

Setelah Wang terpilih menjadi relawan, meski menyimpan kekhawatiran, Xu mengatakan ingin menunjukkan dukungan dan kepeduliannya.

Ia pun mengaku akhirnya bisa mengungkapkan rasa cintanya kepada sang istri yang selama ini jarang diutarakan karena kesibukan masing-masing.

Itulah tangis sang suami yang melepas istrinya untuk bertugas merawat pasien virus corona di Wuhan. (Suara.com).

Berita Terkait