Geek

5 Perbedaan Anime Shonen dan Seinen, Jangan Sampai Salah

Jangan sampai salah membedakan anime Shonen dan Seinen.

Agung Pratnyawan

Record of Ragnarok. (Netflix)
Record of Ragnarok. (Netflix)

Hitekno.com - Berikut ini adalah perbedaan anime Shonen dan Seinen yang perlu kamu tahu. Cuma beda tipis, namun masih banyak yang salah membedakan.

Buat kamu yang baru terjun ke dunia anime, tentu akan dipusingkan dengan banyaknya genre anime yang ada.

Dua di antara yang akan Hitekno.com bahas kali ini adalah Shonen dan Seinen. Shonen dan seinen adalah dua genre utama dalam manga dan anime.

Bisa dikatakan demikian karena kebanyakan waralaba terbesar di anime berada di bawah kategori ini.

Shounen diterjemahkan menjadi "anak muda". Itu artinya genre ini memang menyasar anak muda yang sedang tumbuh alias para remaja baru.

Anime dengan genre Shounen biasanya menyajikan tontonan aksi dengan sedikit romansa dan komedi.

Seinen adalah anime yang ditujukan untuk pria yang lebih tua dari shounen, biasanya mereka yang berusia di atas delapan belas tahun. 

Karena penontonnya lebih dewasa, maka ide cerita pun dibuat lebih dewasa dan serius.

Nah, buat kamu yang penasaran dengan perbedaan anime Shonen dan Seinen, coba cek daftar berikut ini.

  • Ditujukan Pada Demografi Berbeda
  • Seinen Mencakup Lebih Banyak Tema Dewasa
  • Shonen Lebih Banyak Aksi
  • Alur Cerita Seinen Lebih Kompleks
  • Seinen Kurang Klise Dari Shonen

Selain menyajikan daftar, tim Hitekno.com juga telah merangkum informasi tentang perbedaan anime Shonen dan Seinen tersebut dirangkum dari CBR.com.

1. Ditujukan Pada Demografi Berbeda

Prison School. (IMDB)
Prison School. (IMDB)

Shonen sebagian besar ditujukan untuk remaja laki-laki, biasanya berusia antara 12-18 tahun.

Seinen, bagaimanapun, membentang di demografi yang jauh lebih luas, dipasarkan untuk pria dewasa berusia antara 20 dan 50 tahun.

Meskipun seinen tampaknya memiliki keuntungan dengan menarik khalayak yang lebih luas, namun kebanyakan genre yang laris di pasaran adalah Shonen.

2. Seinen Mencakup Lebih Banyak Tema Dewasa

Anime Parasyte. (YouTube)
Anime Parasyte. (YouTube)

Karena seinen ditujukan untuk demografi yang lebih tua dibandingkan dengan shonen, maka kamu akan banyak menemukan anime seinen dengan tema dewasa.

Adegan seksual biasanya digambarkan lebih detail dalam anime Seinen, begitu pula dengan segala bentuk peperangan yang berdarah-darah.

3. Shonen Lebih Banyak Aksi

Dragon Ball Z.(.ist)
Dragon Ball Z.(.ist)

Meskipun seinen menampilkan serangkaian momen pertempuran yang luar biasa, namun anime shonen menjadi anime yang benar-benar menjadi yang penuh aksi.

Tak jarang perkelahian antara karakter ditayangkan selama beberapa episode.

4. Alur Cerita Seinen Lebih Kompleks

Anime Monster. (IMDB)
Anime Monster. (IMDB)

Ketika anime shonen menjadi yang sangat populer karena aksi pertempuran yang tidak lama berakhir, saat itu cerita di anime Seinen berkembang menjadi sangat kompleks.

Psycho-Pass, berlatar Jepang yang futuristik di mana warganya dikendalikan oleh Sistem Sibyl yang tak kenal ampun, adalah contoh Seinen dengan cerita kompleks yang tidak bisa selesai ditonton sekali duduk.

5. Seinen Kurang Klise Dari Shonen

Anime Akira. (IMDB)
Anime Akira. (IMDB)

Tidak dapat disangkal bahwa setiap cerita shonen memiliki keunikannya masing-masing, tetapi secara keseluruhan, anime shonen cenderung mengikuti tema dan alur cerita yang sangat mirip satu sama lain.

Misalnya, tidak jarang melihat turnamen atau kompetisi di sebagian besar judul shonen populer.

Sementar Seinen lain. Anime Seinen cenderung menghindari tren stereotip, memungkinkan banyak judul populer, seperti Akira dan Berserk yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya.

Itulah perbedaan anime Shonen dan Seinen yang perlu kamu tahu. Jangan sampai salah membedakan dua genre anime dan manga ini.

Kontributor: Damai Lestari

Berita Terkait