Kesalahan Saat Membeli Gadget Bekas yang Sering Dilakukan Orang

Ketahui kesalahan saat membeli gadget bekas yang sering dilakukan orang agar tidak rugi dan tetap mendapatkan perangkat berkualitas

Bella

Posted: Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:17 WIB
Ilustrasi gadget. [Unsplash/N.Tho.Duc]

Ilustrasi gadget. [Unsplash/N.Tho.Duc]

Hitekno.com - Membeli gadget bekas bisa menjadi pilihan hemat namun ada banyak kesalahan yang sering dilakukan orang saat memilih perangkat second.

Salah satu kesalahan utama adalah tergiur harga murah tanpa memeriksa kondisi fisik dan performa gadget tersebut.

Banyak orang hanya melihat harga yang jauh lebih rendah dari pasaran lalu langsung membeli tanpa cek lebih detail.

Padahal harga murah sering kali menandakan adanya masalah tersembunyi yang bisa muncul setelah pemakaian beberapa hari.

Kesalahan lainnya adalah tidak mengecek riwayat pemakaian gadget yang akan dibeli.

Banyak pembeli lupa menanyakan apakah gadget pernah mengalami kerusakan, pernah dibongkar, atau diganti komponen pentingnya.

Gadget bekas yang pernah jatuh parah atau terkena air biasanya menyimpan risiko kerusakan di kemudian hari.

Tidak memeriksa kelengkapan aksesoris juga termasuk kesalahan umum saat membeli gadget bekas.

Banyak orang hanya fokus pada unit utama tanpa memperhatikan apakah charger, kabel data, earphone, dan dus asli masih ada.

Padahal kelengkapan aksesoris asli bisa menjadi tanda keaslian sekaligus meningkatkan nilai jual kembali gadget tersebut.

Baca Juga: Perbandingan Realme C75x vs Vivo Y29: Duel RAM dan Performa di Kelas Menengah

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membeli gadget bekas tanpa memeriksa IMEI atau nomor seri perangkat.

IMEI perlu dicek untuk memastikan gadget bukan hasil curian atau barang black market yang bisa berisiko diblokir.

Banyak pembeli menyepelekan hal ini padahal dampaknya bisa sangat merugikan jika perangkat tiba-tiba tidak bisa digunakan.

Selain itu, banyak orang juga tidak mengecek kondisi baterai gadget bekas sebelum membeli.

Baterai yang sudah drop atau cepat habis bisa membuat pengalaman menggunakan gadget sangat tidak nyaman.

Kesalahan lainnya adalah tidak melakukan tes performa pada perangkat sebelum transaksi.

Banyak pembeli langsung percaya pada penjual tanpa mencoba membuka aplikasi, mengetes kamera, suara, dan koneksi jaringan.

Padahal hal-hal tersebut penting untuk mengetahui apakah gadget benar-benar masih layak pakai atau tidak.

Tidak meminta garansi dari penjual juga termasuk kesalahan umum saat membeli gadget bekas.

Meski tidak sepanjang garansi resmi, setidaknya minta garansi toko atau garansi personal beberapa hari untuk memastikan kondisi aman.

Banyak pembeli hanya menerima barang apa adanya tanpa perlindungan, sehingga ketika ada masalah mereka tidak bisa komplain.

Kesalahan lainnya adalah membeli gadget bekas hanya berdasarkan foto di internet tanpa melihat kondisi langsung.

Foto bisa dimanipulasi atau diseleksi sehingga tidak memperlihatkan cacat fisik sebenarnya dari perangkat.

Karena itu, sebaiknya selalu lakukan transaksi tatap muka untuk memeriksa kondisi gadget secara langsung.

Kesalahan lain yang cukup fatal adalah membeli gadget bekas tanpa memastikan jaringan atau fitur-fitur utama masih berfungsi.

Misalnya smartphone yang tidak bisa menangkap sinyal, laptop yang keyboardnya rusak, atau kamera yang tidak fokus.

Tidak mengecek hal ini bisa membuat pembeli menyesal karena perangkat jadi tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Terakhir, banyak orang membeli gadget bekas dari penjual yang tidak terpercaya hanya karena tergiur harga miring.

Padahal reputasi penjual sangat penting untuk memastikan transaksi aman dan perangkat yang dibeli sesuai deskripsi.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, membeli gadget bekas bisa tetap menjadi pilihan cerdas dan hemat tanpa harus rugi.

Berita Terkait Berita Terkini

Cari tahu cara hidupkan HP tanpa tombol power dengan mudah. Simak tips lengkap mulai dari soft reboot, charger, hingga a...

gadget | 14:58 WIB

Xiaomi akan rilis Pad 8 dan Pad 8 Pro menggunakan Snapdragon 8 Elite 2....

gadget | 14:33 WIB

Tecno akan menghadirkan HP yang diklaim tertipis di dunia....

gadget | 12:39 WIB

Perbedaan antara Xiaomi HyperOS 3 dan HyperOS 2....

gadget | 11:51 WIB

Realme berencana untuk tidak membuat HP lipat....

gadget | 10:36 WIB