HP Jadul Xiaomi Tak Bisa Buka Kunci Bootloader Lagi Mulai Agustus 2025

Xiaomi akan menghentikan dukungan membuka kunci bootloader di HP jadulnya.

Lintang Siltya Utami

Posted: Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:22 WIB
Ilustrasi HP Xiaomi. [Unsplash/Đức Trịnh]

Ilustrasi HP Xiaomi. [Unsplash/Đức Trịnh]

Hitekno.com - Per tanggal 5 Agustus 2025, Xiaomi secara resmi menghentikan dukungan untuk membuka kunci bootloader pada sejumlah perangkat jadulnya.

Keputusan ini diambil menyusul penonaktifan server lama yang sebelumnya digunakan untuk proses pembukaan kunci tersebut.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan Xiaomi dan membawa dampak signifikan pada banyak perangkat lawas dalam portofolionya.

Perubahan ini secara langsung memengaruhi berbagai seri ponsel dan tablet Xiaomi yang tergolong lama, seperti Mi Mix generasi pertama, semua perangkat yang menggunakan chipset Snapdragon seri 600 atau yang lebih tua, seluruh lini tablet hingga generasi keempat, dan juga seri Max.

Ponsel-ponsel dari era sebelum Redmi Note serta perangkat Redmi seri 6 dan sebelumnya juga ikut terkena imbasnya.

Redmi seri 6. [Xiaomi India]
Redmi seri 6. [Xiaomi India]

Pada dasarnya, jika HP Xiaomi yang dimiliki tidak pernah mendapatkan dukungan sistem operasi HyperOS, maka membuka kunci bootloader kini sudah bukan opsi yang tersedia lagi.

Dilansir dari Xiaomi Time pada Jumat (8/8/2025), penutupan akses ke server pembukaan kunci mencakup banyak lini produk dari Xiaomi.

Beberapa perangkat yang terdampak antara lain adalah Mi Mix generasi awal, smartphone dengan prosesor Snapdragon 600 ke bawah, serta tablet Xiaomi generasi keempat atau lebih tua.

Seluruh seri Max juga masuk dalam daftar ini, termasuk perangkat pra-Redmi Note yang sudah tidak lagi mendapatkan perhatian dari pengembangan sistem operasi terkini.

Dalam pemberitahuannya, Xiaomi memberikan peringatan keras kepada para pengguna dan pengembang mengenai risiko teknis yang sangat tinggi terkait dengan percobaan flashing firmware atau modifikasi partisi penting seperti "keymaster" di perangkat yang terdampak.

Baca Juga: Samsung Serbu Pasar Mid-range dengan Jajaran Galaxy A Series Terbaru, Ada Edisi Khusus Anak!

Xiaomi menyatakan bahwa percobaan semacam itu bisa berakibat fatal, di mana perangkat bisa mengalami kerusakan permanen (bricking) yang tidak bisa diperbaiki melalui metode pemulihan apa pun.

Kebijakan baru perusahaan yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2025 ini diluncurkan dengan tujuan utama menjaga keamanan sistem perangkat serta mencegah penyalahgunaan, terutama oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.

Xiaomi juga mengindikasikan bahwa mereka memiliki kemampuan teknis untuk memperluas pembatasan ini ke perangkat keras yang lebih baru di masa depan apabila dianggap perlu.

Meski demikian, perangkat yang telah menjalankan sistem operasi HyperOS, termasuk UI versi 12, 13, 14, serta OS1 masih dapat dibuka kunci bootloader-nya.

Namun, Xiaomi tidak memberikan jaminan bahwa dukungan tersebut akan terus tersedia di masa mendatang. Bahkan, pembaruan kebijakan yang baru ini memperkenalkan aturan yang lebih ketat terkait siapa saja yang diperbolehkan membuka kunci bootloader.

Sebagai contoh, pengguna kini dibatasi hanya boleh membuka kunci satu perangkat dalam satu tahun.

Proses penurunan versi sistem atau downgrade melalui metode Fastboot juga telah dihapus di banyak wilayah.

Sebagai gantinya, beberapa pasar kini menerapkan metode downgrade melalui mode 9008 yang terverifikasi oleh Android Verified Boot (AVB), yang hanya kompatibel dengan perangkat yang memiliki struktur Partisi Dinamis, seperti ponsel dengan prosesor Snapdragon 860 dan 865.

Sejumlah analis teknologi memperkirakan bahwa Xiaomi kemungkinan besar akan sepenuhnya menonaktifkan kemampuan membuka kunci bootloader secara global sebelum tahun 2025 berakhir.

Jika hal ini benar terjadi, maka ruang gerak bagi pengguna yang ingin melakukan kustomisasi perangkat maupun bagi komunitas pengembang ROM pihak ketiga akan semakin menyempit.

Dengan kebijakan baru ini, jelas bahwa Xiaomi semakin mengedepankan kontrol dan keamanan perangkatnya, sekaligus mengurangi ruang untuk modifikasi yang tidak resmi.

Bagi para pengguna HP Xiaomi jadul, adaptasi terhadap lanskap yang berubah ini menjadi hal yang penting untuk memastikan perangkat tetap dapat digunakan secara optimal dan aman dalam jangka panjang.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

ROM Xiaomi berbeda tiap wilayah dan Taiwan dianggap paling ideal berkat fitur paling lengkap dan stabil....

gadget | 11:10 WIB

Pengguna dapat mengoptimalkan perangkat Xiaomi agar memperoleh skor benchmark maksimal....

gadget | 11:46 WIB

Program Beta HyperOS 3 Xiaomi memungkinkan pengguna mendapatkan akses awal ke fitur terbaru sambil memberikan umpan bali...

gadget | 14:08 WIB

Generasi terbaru dari seri kamera Fujifilm X-T30 III, apa yang ditawarkan?...

gadget | 12:10 WIB

HP lipat menawarkan kombinasi unik antara desain ringkas dan fungsi layar besar, serta fitur-fitur fleksibel yang tidak ...

gadget | 08:35 WIB