Gadget

Realme Indonesia Ungkap Krisis Chip Telah Berimbas ke HP Entry Level

Realme Indonesia pun telah mengalihkan pilihan chip mereka untuk HP entry level.

Agung Pratnyawan

Logo Realme. [Shutterstock]
Logo Realme. [Shutterstock]

Hitekno.com - Realme Indonesia mengakui kalau HP entry level telah kena dampak krisis chip yang kini melanda dunia. Hal ini tidak hanya berimbas pada harga HP murah, namun juga pada pilihan chip yang digunakan.

Krisis chip yang telah tengah melanda dunia ini telah berimbas kepada perusahaan teknologi dunia, tidak terbatas pada produsen smartphone.

Industri otomotif dan teknologi lain yang banyak memanfaatkan chip mengalami kendalaan pengadaan komponen tersebut hingga berimbas pada produksi.

Fenomena ini kemudian berimbas ke sektor HP entry level atau HP murah seperti yang diungkap oleh Realme Indonesia.

Hal ini terbukti saat peluncuran Realme Narzo 50i, di mana ponsel itu menggunakan chipset Unisoc 9863, bukan chipset dari produsen populer seperti Qualcomm maupun MediaTek.

Realme Narzo 50i. (Realme Indonesia)
Realme Narzo 50i. (Realme Indonesia)

"Kenapa masih pakai Unisoc? Karena imbas chipset shortage di ponsel entry level kami," ujar Palson Yi selaku Marketing Director Realme Indonesia dalam sesi tanya jawab di konferensi pers virtual, Rabu (3/11/2021).

Palson menjelaskan, pemilihan chip ini menjadi salah satu cara agar Realme tidak kehabisan stok. Ia juga menerangkan kalau beberapa brand smartphone saat ini mengalami nasib serupa.

"Kami tahu beberapa brand juga banyak yang tidak tersedia (komponen) untuk kelas entry level," sambung Palson.

Untuk itulah, dipilihnya Unisoc 9863 di Realme Narzo 50i dilakukan agar para konsumen Indonesia masih bisa menikmati ponsel entry level dari Realme. Ia juga berharap kondisi chip shortage ini berlaku sementara dan secepatnya berakhir.

Diwartakan Suara.com (3/11/2021), Realme Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan chipset lain di masa mendatang.

Itulah kenapa HP baru Realme Indonesia untuk pasar entry level menggunakan chip dari Unisoc. Hal ini sebagai dampak kekurangan chip dari pemasok lain gegara krisis chip. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait