Gadget

Divisi Mobile Gulung Tikar, Begini Nasib Karyawan LG

LG rupanya cukup bijaksana dalam memberikan kebijakan kepada karyawannya.

Rezza Dwi Rachmanta

Logo LG. [Shutterstock]
Logo LG. [Shutterstock]

Hitekno.com - LG telah mengonfirmasi bahwa mereka keluar dari bisnis ponsel pada awal April 2021. Rupanya perusahaan mengalihkan sumber daya manusia kepada divisi lain sehingga karyawan masih tetap dapat bekerja.

Menurut sebuah majalah di Korea Selatan, LG telah resmi menghentikan semua operasi manufaktur divisi mobile pada hari ini (31/05/2021).

Meski telah keluar dari bisnis ponsel, namun perusahaan masih berkomitmen untuk mendukung perangkat smartphone dalam beberapa waktu mendatang.

HP flagship LG akan mendapatkan tiga tahun dukungan perangkat lunak. Beberapa model (termasuk Q-series) akan mendapatkan Android 12, sementara model premium terbaru diharapkan memperoleh update hingga Android 13.

Dilansir dari GSMArena, pengguna smartphone LG juga bakal menerima layanan purna jual selama 4 tahun sejak tanggal pembuatan perangkat. Pabrik LG Electronics di Vietnam (tempat sebagian besar ponsel LG dibuat) akan beralih ke peralatan rumah tangga.

LG Wing. (LG)
HP flagship LG Wing. (LG)

 

Perusahaan telah mengalihkan sebagian dari kapasitas produksinya ke peralatan rumah tangga sebagai cara agar karyawan pabrik smartphone tetap dipekerjakan.

Karyawan yang tersisa dari divisi mobile akan ditugaskan kembali pada akhir Juli 2021. Perlu diketahui, pabrik di Hai Phong, Vietnam didirikan pada tahun 2015 dengan kemampuan untuk membuat TV, selain smartphone.

Karyawan LG divisi mobile beralih memproduksi peralatan rumah tangga. (GSMArena)
Karyawan LG divisi mobile beralih memproduksi peralatan rumah tangga. (GSMArena)

 

Selain itu, anak perusahaan LG Innotek dan LG Display juga memproduksi modul dan layar kamera.

Peralihan karyawan cukup bijaksana, The Korean Herald melaporkan bahwa LG Electronics berada di jalur yang tepat untuk menjadi produsen peralatan rumah tangga terbesar dengan rekor penjualan tertinggi sebanyak 6,3 miliar dolar AS atau Rp 89,9 triliun pada kuartal kedua.

LG Electronics telah mempertimbangkan untuk menjual sebagian operasinya atau menarik diri dari bisnis smartphone mengingat divisi mobile-nya terus merugi.

Berita Terkait