Gadget

Main Ponsel Sambil Isi Daya, Pria Ini Tewas Tersengat Listrik

Pria tersebut ditemukan tewas di kasur kamar tidurnya.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi charger smartphone. (Pixabay/ReadyElements)
Ilustrasi charger smartphone. (Pixabay/ReadyElements)

Hitekno.com - Peristiwa seseorang tewas akibat sengatan listrik ponsel atau smartphone meledak akhir-akhir ini makin sering terjadi, kini kejadian serupa terjadi pada pria Thailand yang ditemukan tewas di tempat tidurnya.

Dilansir dari laman World of Buzz, pria yang diidentifikasi bernama Kittisak Moonkitti ini ditemukan terbaring di kasur kamarnya dengan salah satu tangannya menggenggam ponselnya.

Ponsel yang masih tertancap pada pengisi daya dan stopkontak listrik tersebut diduga penyebab tewasnya pria berumur 28 tahun ini.

Tangannya memiliki bekas luka bakar yang diyakini akibat dari tersengat listrik.

Pria tersebut ditemukan tewas oleh ibunya saat ia diajak untuk makan malam, namun tidak ada jawaban.

Saat ia mencoba membangunkannya, ia terkejut bahwa anaknya sudah tak bernapas.

Menurut laporan dari dokter yang memeriksa di tempat kejadian, ia mengatakan bahwa pria tersebut kemungkinan meninggal karena sengatan listrik.

Ilustrasi charger smartphone. (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi charger smartphone. (Pixabay/StockSnap)

 

Kejadian serupa sudah pernah terjadi, seorang pria berumur 21 tahun diketahui menderita luka bakar parah setelah ponselnya meledak saat ia dalam keadaan tertidur.

Dilansir dari alman Sin Chew Daily, pria tersebut memiliki kebiasaan menggunakan ponselnya di tempat tidur sambil mengisi baterai.

Tanpa ia sadari, ponselnya meluncur ke dadanya hari itu saat ia tidur siang di kamarnya.

Tak menyadari bahwa ponselnya kepanasan saat di isi daya, ponselnya meledak menghanguskan dada dan kasurnya.

Sontak pria tersebut berteriak kesakitan dan anggota keluarganya bergegas menolongnya yang sudah terkena luka bakar.

Keluarganya langsung menghubungi layanan darurat untuk meminta bantuan. Paramedis yang tiba di tempat kejadian membawa pria tersebut ke gawat darurat Rumah Sakit Umum Sarawak.

Dokter menyatakan ponsel yang meledak telah membakar 20 persen dari tubuhnya termasuk dada, leher dan tangan kanannya.

Berita Terkait