Sains

Canggih, Peneliti Kembangkan Masker yang Bisa Deteksi Virus

Peneliti merancang masker khusus yang bisa mendeteksi adanya virus di udara.

Cesar Uji Tawakal

Ilustrasi masker. (Pixabay/leo2014 )
Ilustrasi masker. (Pixabay/leo2014 )

Hitekno.com - Masker pendeteksi virus rupanya bukan cuma imajinasi belaka. Belum lama ini tim peneliti berhasil merancang maskeryang dilengkapi dengan piranti elektronik khusus dapat mendeteksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, dan virus jenis lain di udara dalam waktu 10 menit setelah terpapar.

Dilansir dari Science News, kehadiran masker ini diprakarsai peneliti material Yin Fang dan rekan-rekannya. Hasil penelitian ini dilaporkan pada 19 September di Matter.

"Ringannya dan daya pakai masker wajah ini memungkinkan pengguna untuk memakainya kapan saja, di mana saja," kata Fang, dari Universitas Tongji di Shanghai.

"Ini diharapkan berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk mencegah wabah besar penyakit menular pernapasan."

Virus di udara dapat menumpang di antara inang di tetesan udara yang dihirup dan dihembuskan orang.

Ilustrasi masker dan obat. (Pixabay)
Ilustrasi masker dan obat. (Pixabay)

Orang yang terinfeksi penyakit pernapasan dapat mengeluarkan ribuan tetesan yang mengandung virus dengan berbicara, batuk, dan bersin.

Bahkan mereka yang tidak memiliki tanda-tanda sakit kadang-kadang dapat menularkan virus-virus ini.

Bahkan orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat mulai menginfeksi orang lain setidaknya dua hingga tiga hari sebelum menunjukkan gejala.

Fang dan rekan-rekannya merancang sensor khusus yang bereaksi terhadap keberadaan protein virus tertentu di udara dan menempelkannya ke masker wajah.

Tim kemudian memasukkan tetesan berisi protein yang dihasilkan oleh virus yang menyebabkan COVID-19, flu burung atau flu babi ke dalam ruangan dengan masker.

Sensor ini dapat mendeteksi hanya sebagian kecil dari mikroliter protein ini.

Setelah patogen terdeteksi, kombo sensor-masker mengirim sinyal kepada para peneliti yang memberi tahu mereka tentang keberadaan virus.

Pada akhirnya, para peneliti merencanakan deteksi ini untuk bisa dikirim ke ponsel pemakainya atau perangkat lain.

Berita Terkait