Sains

NASA Cari Ide Makanan Astronot di Mars, Berhadiah Rp 7,2 Miliar

Para ilmuwan tengah membicarakan makanan bagi misi awal di Mars.

Dinar Surya Oktarini

Planet Mars. (Wikipedia/NASA)
Planet Mars. (Wikipedia/NASA)

Hitekno.com - Bada antariksa NASA tengah mengembangkan konsep untuk misi awal yang lebih lama di Planet Mars

Kini NASA membutuhkan sistem pangan inovatif serta berkelanjutan untuk memberi makan para astronot di Mars.

Ilmuwan makanan Grace L Douglas, Sara R Zwart, dan Scott M Smith dari NASA, baru-baru ini menerbitkan makalah di The Journal of Nutrition, membahas secara rinci topik tentang bagaimana NASA menyediakan makanan bagi misi awak ke Mars.

Di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), para astronot dapat memilih 20 persen makanan sendiri.

Sementara 80 persen sisanya berasal dari perangkat makanan standar.

Makanan tersebut dibawa melalui kendaraan pemasok yang membawa buah dan sayuran segar, selain makanan yang bisa disimpan lebih lama.

Pasokan makanan di Mars. [The Journal of Nutrition]
Pasokan makanan di Mars. [The Journal of Nutrition]

Namun, cara tersebut tidak akan berhasil untuk misi Mars karena jarak tempuhnya yang terlalu jauh.

NASA memiliki prinsip inti untuk membangun strategi pasokan makanannya, mencakup keamanan, stabilitas, kelezatan, nutrisi, minimisasi sumber daya, variasi, keandalan, dan kegunaan.

Setiap sistem makanan yang dibuat kemungkinan besar juga akan membutuhkan peralatan baru yang siap untuk luar angkasa.

Dalam hal ini, NASA menghadapi masalah baru. Para ahli percaya bahwa menanam makanan di pesawat luar angkasa juga akan diperlukan, namun itu akan mengorbankan aspek keandalan.

Dilansir dari CNET, Selasa (30/3/2021), tapi jika hanya ada makanan standar, maka itu tidak akan mencakup variasi makanan.

Untuk membantu memecahkan masalah, NASA menawarkan hadiah 500.000 dolar AS atau sekitar Rp 7,2 miliar dalam program Deep Space Food Challenge, bagi siapa pun yang memiliki ide untuk teknologi atau sistem produksi makanan baru yang membutuhkan sumber daya minimal, menghasilkan sedikit limbah, namun tetap aman, bergizi, dan lezat.

Ilustrasi kantor NASA. [Jahsie Ault/Unsplash]
Ilustrasi kantor NASA. [Jahsie Ault/Unsplash]

Solusi dari tantangan tersebut dapat membuka jalan baru untuk produksi pangan di seluruh dunia, terutama di lingkungan yang ekstrim, wilayah dengan sumber daya terbatas, dan di lokasi bencana.

Tantangan ide makanan untuk astronot ini dimulai pada Januari 2021 dan akan berakhir pada 30 Juli mendatang. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Berita Terkait