Sains

Observatorium Gaia Tampilkan Galaksi Bimasakti 400.000 tahun Mendatang

Dalam sebuah simulasi baru, ESA membuat 40.000 bintang di Bimasakti melesat di luar angkasa

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi galaksi. (pexels/pixabay)
Ilustrasi galaksi. (pexels/pixabay)

Hitekno.com - Badan Antariksa Eropa (ESA) memberi pandangan penampakan Bimasakti 400.000 tahun mendatang melalui observatorium luar angkasa Gaia. Tepatnya saat ditelaah dengan teleskop Gaia serta melibatkan sebuah simulasi.

Dalam sebuah simulasi baru, ESA membuat 40.000 bintang di Bimasakti melesat di luar angkasa dan meninggalkan jejak cahaya. Setiap titik cahaya mewakili satu objek nyata di Bimasakti dan setiap jejak yang bersinar menunjukkan gerakan objek yang diproyeksikan melalui galaksi selama 400.000 tahun ke depan.

Menurut ilmuwan ESA, simulasi ini menunjukkan pola yang umum terjadi. Pada akhir simulasi, sebagian besar bintang tampak berkumpul di sisi kanan layar, sedangkan sisi kiri relatif kosong. Hal ini terjadi karena Matahari yang terus bergerak dan menyebabkan bintang-bintang yang lewat tampak lebih mengelompok ke arah yang berlawanan.

"Efek ini juga terjadi karena gerakan Matahari terhadap bintang-bintang," tulis ilmuwan ESA dalam sebuah postingan blog, seperti dikutip Live Science pada Jumat (11/12/2020).

Bimasakti 4.000 tahun mendatang, bintang yang terdekat dengan tata surya kita akan berpindah [ESA, via Live Science].
Bimasakti 4.000 tahun mendatang, bintang yang terdekat dengan tata surya kita akan berpindah [ESA, via Live Science].

Data yang memungkinkan mosaik kosmik ini berasal dari rilis data resmi ketiga satelit Gaia yang tersedia untuk umum pada 3 Desember. Data terbaru berisi informasi terperinci tentang lebih dari 1,8 miliar benda langit, termasuk posisi, kecepatan, dan lintasan orbit lebih dari 330.000 bintang dalam jarak 325 tahun cahaya dari Bumi.

Dengan bantuan Satelit Gaia diluncurkan pada 2013 untuk mengukur posisi, jarak, dan gerakan bintang. Rilis data kedua pada tahun 2018 membantu para astronom mengumpulkan peta paling detail dari alam semesta.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Berita Terkait