Sains

Kata Peneliti LIPI, Herd Immunity Skenario Paling Buruk Lawan Covid-19

Alih-alih herd immunity, lebih aman pemerintah mendorong agar publik berdiam di rumah agar terhindar dari infeksi virus Sars-Cov-2 yang memicu wabah Covid-19.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi virus Corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona (Coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Hitekno.com - Herd immunity atau kekebalan kelompok disebut sebagai skenario paling buruk dalam melawan pandemi virus corona COVID-19. 

Menurut peneliti mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, Herd immunity ini memiliki risiko besar.

"Herd immunity adalah skenario terburuk sebetulnya, jangan sampai kita terinfeksi semua karena biaya perawatan bisa menjadi lebih mahal," kata Sugiyono Saputra seperti dilansir dari Suara.com.

Menurut dia, memang dalam teori herd immunity atau kekebalan kelompok atau komunitas membuat kemungkinan virus menginfeksi akan semakin kecil ketika tercipta keadaan di mana banyak orang yang sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Kekebalan seseorang dapat muncul jika dia sudah pulih dari infeksi penyakit atau lewat intervensi medis lewat vaksinasi.

Ilustrasi virus corona. (Pixabay/ iXimus)
Ilustrasi virus corona. (Pixabay/ iXimus)

 

Menurut situs Kementerian Kesehatan sendiri herd immunity menimbulkan dampak tidak langsung (indirect effect) yaitu turut terlindunginya kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan atau dengan semakin kecilnya kemungkinan berkontak dengan orang yang terinfeksi.

Namun, herd immunity membutuhkan jumlah orang yang terinfeksi dan sembuh dalam jumlah besar dan untuk kasus virus yang belum terdapat vaksinnya seperti Covid-19 hal itu akan menimbulkan risiko besar.

"Lebih baik saat ini mendorong pencegahan jangan sampai tertular, jangan sampai kita menunggu sakit lalu terus kebal," kata peneliti mikrobiologi ini.

Upaya pencegahan ada dalam bentuk farmasi dan non farmasi. Untuk farmasi saat ini para peneliti tengah meneliti vaksin untuk mencegah Covid-19 dan obat untuk menyembuhkan dari penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu.

"Sedangkan upaya nonfarmasi seperti yang tengah digalakkan oleh pemerintah saat ini yaitu physical distancing atau menjaga jarak untuk menekan angka penularan penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu," ujar Sugiyono Saputra.

Itulah penjelasan peneliti LIPI, Sugiyono Saputra mengenai Herd immunity yang memiliki risiko besar dalam melawan pandemi virus corona COVID-19. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait